kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Hilirisasi mineral penting, ekspor tetap dibuka


Rabu, 01 Maret 2017 / 16:59 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah terus berupaya meningkatkan hilirisasi mineral. Caranya dengan mendorong pelaku industri membangun smelter atau pemurnian di dalam negeri.

Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, saat ini baru ada 22 smelter di Indonesia dan hanya 10 smelter saja yang beroperasi. Sisanya sebanyak 12 smelter masih dalam tahap penyelesaian.

Pemerintah pun berharap perusahaan tambang bisa membangun smelter-smelter baru dengan cara saling bekerja sama antar perusahaan tambang. Pasalnya investasi untuk membangun smelter tidaklah murah.

"Kalau smelter dibangun sendiri kurang menarik tapi kalau dikaitkan dengan produk tambang bisa subsidi silang. Industrinya bukan di smelter tapi di industri hilirnya. Intinya industri hilir itu tujuannya bukan smelter untuk bahan baku," ujar Bambang, Rabu (1/3).

Tetapi di sisi lain, pemerintah juga masih membuka ekspor bijih mineral. Biarpun begitu, Bambang bilang ekspor mineral dibuka agar perusahaan tambang bisa membangun smelter.

"Kami menyampaikan bahwa kebijakan ekspor itu terukur dan yang utama adalah dalam rangka memberikan kesempatan untuk perusahaan yang serius mengembangkan hilirisasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×