kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Hingga kuartal III-2019, penjualan dan jumlah pelanggan listrik di Jakarta Raya naik


Minggu, 27 Oktober 2019 / 14:15 WIB
Hingga kuartal III-2019, penjualan dan jumlah pelanggan listrik di Jakarta Raya naik
ILUSTRASI. GM PLN Disjaya M. Ikhsan Asaad

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat, penjualan listrik dan jumlah pelanggan di Jakarta Raya terus mengalami pertumbuhan. Hingga kuartal III-2019, akumulasi penjualan tenaga listrik di Jakarta Raya mencapai 25,06 TeraWatthour (TWh).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Asaad, mengungkapkan bahwa angka tersebut tumbuh sebesar 3,82% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 24,14 Twh. Jika dibandingkan dengan penjualan Kuartal III-2017 yang mencapai 23,49 TWh, maka penjualan listrik di Jakarta Raya pada 2019 ini telah tumbuh sebanyak 6,67%.

Baca Juga: Pengusaha listrik swasta berharap Menteri BUMN Erick Thohir segera tunjuk Dirut PLN

Sementara dari jumlah pelanggan, Ikhsan menjelaskan, pelanggan PLN UID Jakarta Raya sampai September 2019 tercatat sebanyak 4,52 juta pelanggan dari semua golongan tarif, atau naik 4,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang masih sebesar 4,34 juta pelanggan.

"Pelanggan terbesar ada di sekitaran Jakarta yaitu daerah Bintaro dan Ciputat karena di sana didominasi pelanggan rumah tangga," kata Ikhsan dalam keterangan tertulisnya akhir pekan ini.

Lebih lanjut, Ikhsan menerangkan, dari total 4,52 juta pelanggan PLN UID Jakarta Raya, 92% adalah pelanggan rumah tangga. Setelah itu disusul pelanggan Bisnis sebesar 6%.

Meskipun persentasenya kecil, sambung Ikhsan, namun pendapatan PLN UID Jakarta Raya dari sektor bisnis mencapai 35% dari total pendapatan akumulasi sampai Bulan September 2019 sebesar Rp 26,4 Triliun. Ikhsan menyebut, pendapatan terbesar PLN Jakarta berasal dari sektor rumah tangga sebesar 45% karena jumlah pelanggan terbesar adalah rumah tangga.

Baca Juga: PLN Bangun Dua Pembangkit di Riau

"Sektor bisnis persentasenya pelanggannya kecil tetapi pendapatannya besar karena daya tersambung pada pelannggan bisnis mencapai 6.987 Mega Volt Ampere. Sedangkan pelanggan rumah tangga yaitu sebesar 7.765 MVA," terang Ikhsan.

Selain itu, Ikhsan mengungkapkan, bagi pelanggan daya 450 sampai 197.000 Volt Ampere yang ingin menambah daya listriknya masih ada diskon tambah daya sebesar 50% yang berlaku sampai dengan 31 Desember 2019. Tambahan diskon sebesar 25% juga bisa didapatkan bagi pelanggan yang memiliki motor listrik atau kompor listrik, bahkan bagi pelanggan PLN yang memiliki mobil listrik bisa menambah daya listriknya secara gratis.

Ditopang Kendaraan Listrik

Kendaraan listrik memang diproyeksikan akan menopang konsumsi listrik di Jakarta Raya beberapa waktu ke depan. Seperti yang pernah diberitakan Kontan.co.id, Ikhsan sebelumnya mengungkapkan bahwa dengan perpindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, konsumsi listrik di Jakarta Raya berpotensi akan hilang hingga 1.000 MW.

Meski begitu, Ikhsan tak khawatir. Sebab, ia memprediksi pertumbuhan listrik di Jakarta tidak akan surut lantaran Jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis.

Baca Juga: MIND ID, Bank Mandiri, PLN mencari Dirut, Jonan dikabarkan Dirut PLN & Arie MIND ID?

Apalagi, sambung Ikhsan, saat ini ada potensi kebutuhan listrik baru, yakni dengan digencarkannya kendaraan listrik oleh pemerintah. Apalagi, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan, Ikhsan menilai penggunaan mobil dan motor listrik akan terdongkrak.

Ikhsan memberikan gambaran, dalam sehari satu kendaraan listrik bisa melakukan pengisian daya hingga 3 kWh dengan tarif sekitar Rp 4.401. Selain tetap menjaga penyerapan listrik, hal itu pun dapat mendongkrak pendapatan PLN.

"Jadi (kendaraan listrik) potensi besar. Apalagi kalau sudah 1 juta mobil yang nge-charge jadi banyak (serapan listrik dan potensi pendapatan)," ungkap Ikhsan.


Tag


TERBARU

Close [X]
×