Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga biodiesel yang ditetapkan melalui harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) untuk Maret 2026 mengalami kenaikan. Sebaliknya, harga bioetanol justru tercatat turun dibanding bulan sebelumnya.
Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip 8 Maret 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HIP biodiesel Maret 2026 sebesar Rp13.980 per liter di luar ongkos angkut. Angka ini naik dibanding HIP biodiesel Februari 2026 yang berada di level Rp13.856 per liter di luar ongkos angkut.
Penetapan HIP biodiesel tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar. Sementara itu, besaran ongkos angkut mengacu pada Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.
Baca Juga: Bakal Impor 1 Juta Bioetanol dari AS, Apsendo Minta Kepastian Pasar Dalam Negeri
Adapun besaran konversi crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel pada Maret 2026 ditetapkan sebesar US$85 per metrik ton. Nilai ini masih sama seperti yang berlaku sejak Desember 2025.
Perhitungan HIP biodiesel menggunakan formula: HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kilogram per meter kubik (m³) + ongkos angkut. Dalam perhitungan tersebut, 870 kg per m³ merupakan faktor konversi dari kilogram ke liter.
Konversi kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp16.819 per dolar Amerika Serikat.
Baca Juga: Harga Bioetanol Januari 2026 Naik Tipis Menjadi Rp 8.438 per Liter
Sementara itu, HIP BBN jenis bioetanol pada Maret 2026 ditetapkan sebesar Rp7.949 per liter. Nilai ini turun dibanding HIP bioetanol Februari 2026 yang tercatat Rp8.019 per liter.
Perhitungan HIP bioetanol menggunakan formula: HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode tiga bulan x 4,125 kilogram per liter) + US$0,25 per liter.
Harga tetes tebu KPB rata-rata pada periode 15 Oktober 2025 hingga 14 Februari 2026 tercatat sebesar Rp907 per kilogram. Dalam formula tersebut, 4,125 kg per liter merupakan faktor konversi dari kilogram ke liter, sedangkan US$0,25 per liter merupakan nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol.
Adapun konversi kurs yang digunakan dalam perhitungan HIP bioetanol mengacu pada rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp16.836 per dolar Amerika Serikat.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Kewajiban Kandungan Bioetanol 10% di Bensin pada 2028
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












