kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.937   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.392   48,27   0,76%
  • KOMPAS100 842   9,35   1,12%
  • LQ45 639   7,95   1,26%
  • ISSI 222   2,35   1,07%
  • IDX30 358   4,08   1,15%
  • IDXHIDIV20 437   3,38   0,78%
  • IDX80 96   1,06   1,12%
  • IDXV30 120   0,72   0,60%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Developer Gim Indonesia Hadapi Persaingan Global, Kualitas Produk Jadi Penentu


Jumat, 07 Agustus 2026 / 10:13 WIB
Developer Gim Indonesia Hadapi Persaingan Global, Kualitas Produk Jadi Penentu
ILUSTRASI. Industri gim merupakan pasar yang sejak awal bersifat global. Saat ini pemain lebih mempertimbangkan kualitas gim,harga, dan pengalaman bermain. (Dok/Agate)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan industri gim semakin ketat seiring terbukanya akses distribusi digital, yang membuat studio gim Indonesia bersaing langsung dengan pengembang dari berbagai negara. Dalam kondisi tersebut, kualitas produk dinilai menjadi faktor utama untuk memenangkan pasar.

Acting Chief Marketing Officer Agate, Vincentius Ismawan, mengatakan industri gim merupakan pasar yang sejak awal bersifat global. Menurutnya, pemain kini lebih mempertimbangkan kualitas gim, harga, pengalaman bermain, pembaruan konten, hingga kekuatan komunitas dibandingkan asal negara pengembang.

“Developer Indonesia bersaing di pasar yang sejak awal bersifat global,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Industri Gim Nasional Perlu Perkuat IP agar Tak Sekadar Jadi Pasar

Menurut Vincentius, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan untuk bersaing. Mulai dari biaya pengembangan yang kompetitif, talenta yang terus berkembang, hingga kedekatan dengan pasar Asia Tenggara. Potensi budaya lokal juga dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi pengembang dalam menciptakan gim.

Meski demikian, ia menilai keunggulan tersebut belum cukup untuk memenangkan persaingan. Saat ini, developer harus bersaing dengan ribuan gim yang dirilis di berbagai platform digital untuk menarik perhatian pemain.

Baca Juga: PDG Gandeng BUMD Bangun SPPBE di Sorong, Target Rampung September 2026

“Tantangannya bukan lagi sekadar menerbitkan gim. Produk juga harus ditemukan, dimainkan, dipertahankan, dan mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan,” katanya.

Oleh sebab itu, Vincentius menilai studio gim Indonesia perlu meningkatkan konsistensi kualitas produk, kecepatan eksekusi, kemampuan manajemen proyek, komunikasi internasional, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar global agar mampu bersaing secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×