kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.972   36,70   0,46%
  • KOMPAS100 1.125   7,73   0,69%
  • LQ45 817   0,98   0,12%
  • ISSI 281   3,01   1,08%
  • IDX30 426   -0,70   -0,16%
  • IDXHIDIV20 511   -3,55   -0,69%
  • IDX80 126   0,64   0,51%
  • IDXV30 138   -0,33   -0,24%
  • IDXQ30 138   -0,67   -0,48%

Hiswana Migas: Bakal ada migrasi ke Elpiji 3 kg


Kamis, 02 Januari 2014 / 17:29 WIB
Hiswana Migas: Bakal ada migrasi ke Elpiji 3 kg
ILUSTRASI. School Tales The Series, serial horor terbaru asal Thailand tentang kisah horor di sekolah yang bisa ditonton di Netflix.


Reporter: Ranimay Syarah | Editor: Azis Husaini

JAKARTA. Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mensinyalir akan ada migrasi pembelian dari Elpiji 12 kg ke Elpiji 3 kg. Hal ini buntut dari kenaikan Elpiji 12 kg yang kini menjadi Rp 117.708 per tabung.

Edi Purnomohadi, Ketua Umum Hiswana Migas bilang, pihaknya tidak bisa menambah pasokan elpiji 3 kg jika nantinya permintaan Elpiji 3 kg membludak. "Elpiji 3 kg itu sebetulnya disubsidi oleh pemerintah, jadi diawasi ketat. Migrasi itu adalah konsekuensi kenaikan 12 kg, " kata dia kepada KONTAN, Kamis (2/1).

Sementara itu, menurut Ketua Hiswanna Jawa Timur, Hari Kristanto, saat ini belum terlihat permintaan yang besar untuk Elpiji 3 kg untuk rumah tangga. Sedangkan, IKM justru banyak yang beralih ke Elpiji kemasan 50 kg karena dianggap lebih hemat dengan jangka waktu habisnya lebih lama. "Kalau misalnya permintaan 3 kg melonjak, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kuotanya sudah ditentukan pemerintah. Ini repot juga, karena 12 kg naik, margin belum tentu bisa margin naik seperti dulu, " kata Hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×