kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Hutama Karya Catat 2,4 Juta Kendaraan Melintasi Jalan Tol Trans Sumatra saat Nataru


Selasa, 06 Januari 2026 / 17:27 WIB
Diperbarui Selasa, 06 Januari 2026 / 17:29 WIB
Hutama Karya Catat 2,4 Juta Kendaraan Melintasi Jalan Tol Trans Sumatra saat Nataru
ILUSTRASI. PT Hutama Karya (HK) mencatatkan kenaikan volume lalu lintas (lalin) kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). (Dok/HK)


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya (HK) mencatatkan kenaikan volume lalu lintas (lalin) kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary HK, Mardiansyah, mengatakan bahwa total kendaraan yang melintas di ruas tol operasi tercatat 2.491.021 kendaraan. Jumlah ini naik 43,32% dibandingkan trafik normal dan meningkat 7,63% dibandingkan trafik Nataru 2024/2025.

Puncak arus mudik terjadi pada 21 Desember 2025 dengan total 140.419 kendaraan, naik 38% dari kondisi normal. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan 154.420 kendaraan atau naik 78,33% dari kondisi normal.

“Kami memantau pergerakan kendaraan setiap hari dan menyiapkan langkah antisipasi di lapangan agar arus tetap terkendali, terutama saat puncak mudik dan balik,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: Volume Lalu Lintas Jalan Tol Waskita Capai 1,68 Juta Kendaraan pada Libur Nataru

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan perseroan, Tol Kuala Tanjung–Sinaksak yang dikelola anak usaha HK yakni Hutama Marga Waskita, menjadi ruas dengan trafik tertinggi mencapai 599.514 kendaraan.

Tingginya volume kendaraan pada ruas ini, kata Mardiansyah, dipengaruhi posisinya sebagai koridor vital yang menghubungkan pergerakan masyarakat dan aktivitas wisata dari kawasan Kuala Tanjung menuju Sinaksak maupun sebaliknya, terlebih saat Nataru.

Sementara itu, peningkatan persentase tertinggi dibandingkan volume lalin normal terjadi di Tol Sigli–Banda Aceh yang mencapai 87,50%, didorong oleh penambahan ruas fungsional Seksi Padang Tiji–Seulimeum yang memperkuat alternatif jalur di wilayah Aceh dan meningkatkan konektivitas perjalanan selama Nataru.

“Dari data tersebut, kami tidak hanya melihat besaran trafik, tetapi juga memetakan titik dan waktu yang paling membutuhkan penguatan layanan. Dengan begitu, respons di lapangan bisa lebih cepat, terarah, dan dampaknya langsung terasa bagi pengguna,” tambah Mardiansyah.

Untuk membantu perjalanan masyarakat terasa lebih ringan selama Nataru, Hutama Karya memberlakukan potongan tarif pada arus Natal 22–24 Desember 2025 serta arus Tahun Baru 31 Desember 2025–1 Januari 2026 di ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Indralaya–Prabumulih, Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Tol Indrapura–Kisaran, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, serta Tol Sigli–Banda Aceh.

Baca Juga: Mulai Senin 5 Januari 2026, Tarif Empat Ruas Jalan Tol Ini Resmi Naik

Pada periode yang sama, HK juga mengoperasikan ruas tol fungsional untuk memperkuat akses selama Nataru, yaitu Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 yang dibuka secara fungsional pada 7 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 dengan total trafik hingga 4 Januari 2026 sebanyak 37.138 kendaraan.

Pun, Tol Palembang–Betung Seksi 2 yang dibuka pada 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan total trafik 45.358 kendaraan.

“Pengoperasian Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 turut mendukung akses bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir, sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur,” kata Mardiansyah.

HK menilai layanan Nataru 2025/2026 di Trans Sumatra dapat berjalan dengan baik berkat kesiapan operasional, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta dukungan fasilitas layanan pengguna jalan di titik-titik strategis.

Sejumlah strategi layanan yang diterapkan selama periode Nataru, mulai dari optimalisasi manajemen trafik di titik rawan kepadatan, penguatan informasi layanan dan komunikasi publik secara terintegrasi, hingga peningkatan kesiapsiagaan layanan rest area dan fasilitas pengguna, berhasil dilaksanakan dan menjadi bekal penting untuk perbaikan berkelanjutan.

Baca Juga: Volume Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Naik 8,2% hingga H+1 Tahun Baru 2026

Seluruh catatan evaluasi Nataru ini, kata Mardiansyah, akan menjadi dasar penyempurnaan layanan serta rujukan utama dalam menyiapkan pelayanan mudik Lebaran 2026 mendatang, agar pengendalian arus kendaraan semakin presisi, fasilitas semakin siap, dan informasi semakin mudah dipahami pengguna.

Sejalan dengan komitmen penguatan konektivitas di Sumatra, sepanjang tahun 2025 HK juga telah mengoperasikan tiga seksi baru dan satu junction, yakni Tol Binjai–Langsa Seksi Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin, Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi Tempino–Ness, serta Junction Palembang.

“Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan layanan kami ke depan, termasuk sebagai bahan penyusunan langkah operasional untuk pelayanan mudik Lebaran 2026. Kami ingin pengguna jalan merasakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terbantu setiap kali melintas di JTTS,” tutup Mardiansyah.

Selanjutnya: Bank Syariah Indonesia Gandeng BASE untuk Pembiayaan Efisiensi Energi

Menarik Dibaca: Hujan Pagi Lanjut Sore Hari, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (7/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×