kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Holding Perkebunan dan Kehutanan sah beroperasi


Kamis, 02 Oktober 2014 / 13:34 WIB
ILUSTRASI. Promo Indomaret Bulan Ini Periode 16-30 April 2023.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

SURABAYA. Hari ini (2/10), induk usaha badan usaha milik negara (BUMN) perkebunan dan induk usaha BUMN kehutanan resmi beroperasi. Pemerintah telah melebur BUMN perkebunan dan BUMN kehutanan menjadi satu.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I hingga PTPN XIV dilebur menjadi satu. PTPN III akan menjadi induk usaha perkebunan. Keempat belas PTPN ini memiliki total asset sebesar Rp 69 triliun.

Sementara, PT Inhutani I hingga PT Inhutani V melebur dengan PT Perhutani dan menjadi induk usaha kehutanan. Total aset induk usaha BUMN Kehutanan mencapai Rp 3,6 triliun. Sehingga total aset induk usaha BUMN Perkebunan dan induk usaha BUMN Kehutanan mencapai Rp 72,6 triliun.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, penggabungan ini akan menjadikan modal  perusahaan lebih besar sehingga bisa lebih leluasa dalam ekspansi. Selain, dia menambahkan penggabungan ini juga meningkatkan daya saing dan kemampuan pendanaan. "Hasilnya holding dapat meningkatkan penerimaan negara dari sisi deviden dan pajak serta efek perekonomian," kata Dahlan, Kamis (2/10).

Apalagi saat ini kontribusi pendapatan perkebunan PTPN masih terbilang mini hanya 9% dari total pendapatan yang diterima negara dari perkebunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×