kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Hotel Ngotot Menolak Menyalakan Genset


Rabu, 17 September 2008 / 21:10 WIB
Hotel Ngotot Menolak Menyalakan Genset


Reporter: Eflin Gitarosalyn,Havid Vebri | Editor: Test Test

JAKARTA. Pemerintah tetap akan mewajibkan pengusaha mal, hotel dan restoran menyalakan generator set (genset) listrik, sekali seminggu. Tapi, para pengusaha hotel dan restoran tetap ngotot menolak titah pemerintah itu.

Pengusaha hotel memilih menghemat listrik hingga 20% pada waktu beban puncak. Ini cara mereka menghindari sanksi dari pemerintah. Toh, draf Surat Keputusan Bersama (SKB) Lima Menteri tentang Penghematan Listrik Sektor Ritel membolehkan cara ini. "Kami memilih menghemat listrik daripada membeli genset," kata Cecep Rukmana, Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Rabu (17/9).

Cecep bilang, PHRI tetap keberatan memakai genset karena bakal menambah biaya operasional. Banyak hotel kecil yang harus menanggung beban. Sebab, mereka harus membeli genset karena selama ini belum memiliki genset.

Sampai saat ini, kata Cecep, PHRI masih bernegosiasi dengan PLN, soal kewajiban penggunaan genset di hotel. PHRI juga mengajak Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) supaya ikut berunding.

Sejauh ini, PHRI dan PLN belum menemukan titik temu. Mereka pun berniat melanjutkan negosiasi setelah Lebaran. "Saya sih yakin, pemerintah belum bisa menerbitkan SKB lima menteri dalam waktu dekat ini," kata Cecep. Sebelumnya Departemen Perdagangan (Depdag) menyatakan, SKB Lima Menteri bakal terbit sebelum Lebaran yang jatuh pada 1 Oktober 2008

Direktur Usaha Pariwisata Depbudpar Winarno Sudjas menguatkan keyakinan Cecep. Ia bilang, SKB lima menteri akan terbit setelah Lebaran." Iya, hampir pasti setelah lebaran," tandas Sudjas.

Kendati SKB belum terbit, sebenarnya sudah banyak pengusaha yang dengan sukarela menyalakan genset. Salah satu yang sudah menjalankannya adalah pengusaha pusat perbelanjaan. "Sampai sekarang sudah banyak perusahaan anggota kami menyalakan genset," kata Ketua Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APBI) Stefanus Ridwan, beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×