kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Hyundai lirik segmen Low MPV


Selasa, 07 Juli 2015 / 11:16 WIB


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kecenderungan masyarakat Indonesia memilih mobil dengan kapasitas penumpang yang besar merupakan alasan Low MPV menjadi primadona. Melihat peluang ini, PT Hyundai Mobil Indonesia berencana mendatangkan produk Low MPV untuk menambah line-up produknya.

Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno menilai, mendatangkan Low MPV merupakan salah satu kunci meningkatkan penjualan dan bersaing dengan produsen otomotif lainnya di dalam negeri.

"Low MPV di pasar dalam negeri sangat potensial, sayang kita belum punya produk ini," jelas Mukiat kepada KONTAN, Senin (6/7).

Meskipun berkeinginan mendatangkan Low MPV di dalam negeri, namun Mukiat mengungkapkan keputusan seluruhnya berada di tangan principle. "Jika ingin menjadi pabrikan besar di Indonesia harus ada produk MPV," jelas Mukiat

Saat ini, Hyundai memproduksi roda empat di segmen sport utility vehicle (SUV), upper MPV, minibus, sedan dan hatchback.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia(Gaikindo), di rentang  Januari-Mei 2015, Hyundai hanya mampu menjual mobil sebanyak 698 unit.

Bandingkan dengan mobil pabrikan asal Jepang yang telah memiliki produk disegmen Low MPV seperti Suzuki. Dari total penjualan 52,985 unit Januari-Mei 2015, sebanyak 2,710 unit disumbang penjualan Low MPV, yaitu Suzuki Ertiga. Begitu pun dengan Honda, dari total penjualan 66.372 unit, Honda Mobilio mampu memberikan kontribusi sebanyak 16,378 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×