kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

GOTO Siapkan 4 Strategi Untuk Respon Prespres Ojol, Skema Bagi Hasil Akan Disesuaikan


Selasa, 19 Mei 2026 / 15:51 WIB
GOTO Siapkan 4 Strategi Untuk Respon Prespres Ojol, Skema Bagi Hasil Akan Disesuaikan
ILUSTRASI. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyiapkan empat langkah strategi (DOK/Yuliana Hema)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyiapkan empat langkah untuk merespons Peraturan Presiden (Perpes) No 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pengemudi Transportasi Daring. 

Pertama, mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan komisi  ojek online alias ojol. Di mana, kebijakan ini memangkas batas maksimal potongan komisi bagi perusahaan aplikasi (aplikator) menjadi 8%.

Artinya, dari total tarif perjalanan yang dibayarkan oleh penumpang pengemudi berhak menerima 92%. Sebelum aturan ini, ojol hanya memperoleh pendapatan bersih 80% dari tarif perjalanan dengan potongan sebesar 20%.

Baca Juga: Pasar Makin Padat, Brand Sportswear Cari Pertumbuhan di Luar Penjualan Produk

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menyampaikan dukungan penuh terhadap Perpres No 27 Tahun 2026. Di mana, GOTO berkomitmen akan menyesuaikan skema bagi hasil kepada mitra.    

“Kami berkomitmen untuk menyesuaikan skema bagi hasil di mana 92% dari setiap perjalanan GoRide akan menjadi hak pengemudi. Ini adalah perubahan yang cukup besar,” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (19/5/2026). 

Hans tak menampik, pendapatan Gojek dari layanan GoRide akan mengalami penurunan. Namun dia meyakini penyesuaian merupakan hal yang besar dan bagian dari investasi jangka panjang. 

“Kami akan mengatur agar tidak ada perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen untuk layanan GoRide sehingga jumlah order dari konsumen akan tetap terjaga,” kata dia. 

Kedua, GOTO akan menghapus program langganan GoRide Hemat untuk Mitra Mengemudi. Hans bercerita layanan GoRide Hemat ini sudah dikenalkan secara terbatas pada November 2025 kemudian diperluas mulai Februari 2026. 

Setelah berjalan tiga bulan, Hans bilang manajemen GOTO melakukan kajian mendalam dan menemukan skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi. 

Baca Juga: XPENG Kendalikan EIDO, Sinar Eka (ERAL) Tinjau Pengembangan Kapasitas Produksi EV

“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat. Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide Reguler,” ucap Hans. 

Imbasnya, kata Hans, akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas. Dia memastikan penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat. 

Ketiga, Hans menegaskan manajemen GOTO akan mendukung asta cita pemerintah Indonesia. Di mana, manajemen GOTO dan Gojek akan terus memprioritaskan program kesejahteraan mitra pengemudi. 

Keempat, Gojek akan terus berkembang dan berinovasi untuk mengoptimalkan layanan lain dengan sokongan ekosistem Grup GOTO sehingga mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. 

 

“Seperti kami sampaikan, perubahan ini akan memiliki dampak penurunan pendapatan Gojek di bisnis GoRide. Kami akan mengoptimalkan lini-lini bisnis kami yang lain untuk men-support perubahan ini,” tuturnya. 

Namun sebagai bagian dari ekosistem GOTO yang memiliki berbagai lini bisnis yang saling mendukung, Hans meyakini hal ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×