CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

ID FOOD Luncurkan Produk Retail kecap, Manfaatkan Kedelai Lokal Jawa Timur


Sabtu, 06 Agustus 2022 / 12:25 WIB
ID FOOD Luncurkan Produk Retail kecap, Manfaatkan Kedelai Lokal Jawa Timur


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding pangan ID FOOD meluncurkan produk kecap, bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan formula (R&D) serta Universitas Brawijaya untuk pengawalan kualitas dan uji sensorik (organoleptik) produk. Produk kecap lokal ini menggunakan merek Rania.

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan menyebut pengembangan produk pangan retail berupa kecap merupakan program lanjutan dari New Product Development (NPD) ID FOOD group setelah sebelumnya Perseroan ini mengembangkan varian produk beras Rania dan minyak goreng Rania, Raja gula.

Menurutnya, bahan baku kecap Rania diolah dan diproduksi dari Anggota Holding ID FOOD yakni PT PG Rajawali I yang berpusat di Jawa Timur dan didistribusikan oleh member of ID FOOD lainnya seperti PT Rajawali Nusindo, PT GIEB, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Baca Juga: Rasio Kuota Ekspor CPO Sudah Ditambah, Pengusaha Masih Keluhkan Ini

Sementara itu, Direktur Komersial Holding Pangan ID FOOD Ardiansyah Chaniago menambahkan, pengembangan produk berbahan baku kedelai ini merupakan upaya ID FOOD dalam wacana melengkapi pangan retail di Indonesia.

“Kedelainya menggunakan kedelai lokal Jawa Timur dan sebagai pemanisnya menggunakan produk brown sugar hasil produksi PT PG Rajawali I Member of ID FOOD yang berasal dari tebu Petani Kemitraan ID FOOD, dan inilah yang menjadi kekhasan produk kecap Rania,” terang Ardiansyah dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Jumat (5/8).

Ardiansyah melanjutkan, dalam formulasinya kecap Rania memiliki kandungan gula dan sodium yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Jadi, lanjut Ardiansyah, produk - produk pengembangan ID FOOD Group ini dilakukan secara berkelanjutan, seperti produk garam, ikan, daging yang dikelola anggota holding.

“Tahun ini juga kita sudah merencanakan pengembangan produk pangan retail lainnya memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ardiansyah berharap produk - produk BUMN Holding Pangan ID FOOD juga dapat melengkapi produk - produk retail milik private sector yang sudah ada memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Genjot Ekspansi Bisnis Tahun Ini, FAST Akan Buka Gerai Baru KFC dan Taco Bell

Mengenai produk kecap, dalam jangka pendek pendistribusian marketnya ke Usaha Mikro Kecil (UMK) seperti pedagang nasi goreng, pedagang sate, atau warung - warung pangan di wilayah lokal di Jawa Timur. Mengingat, pengenalan produk kecap ini merupakan hasil dari usaha mikro disana sehingga tercipta ekosistem pangan.

“Paralel telah disiapkan menyasar skala besar lagi secara nasional dan tersedia di beberapa e-commerce seperti nushi nushi.id dan platform lainnya,”pungkasnya.

Ardiansyah mengakui bahwa produk kecap ini pun telah mengantongi izin sebagai pemenuhan persyaratan keamanan konsumsi pangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dilengkapi dengan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×