kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ide Dahlan untuk atasi krisis listrik Sumatra


Selasa, 22 Oktober 2013 / 12:49 WIB
Ide Dahlan untuk atasi krisis listrik Sumatra
ILUSTRASI. Ilustrasi harga emas siang ini, Rabu (15/6/2022), produksi Antam dan UBS di Pegadaian./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/28/01/2022.


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Cipta Wahyana

JAKARTA. Melihat krisis listrik di Sumatera yang tak kunjung teratasi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berniat membentuk konsorsium perusahaan-perusahaan BUMN untuk mengatasi hal ini. "Bangun jalan tol saja bisa, kenapa enggak dicoba," tegas Dahlan Senin (21/10). Ya, Dahlan ingin mengajak konsorsium BUMN membangun pembangkit listrik secara bersama-sama.

Sebagai langkah awal, minggu depan, Dahlan akan menggelar rapat bersama perusahaan-perusahaan BUMN untuk membicarakan ide tersebut. "Minggu depan, saya akan kumpulkan BUMN yang kuat seperti Wijaya Karya, Waskita, dan Adhi Karya untuk menerima ide ini. Tujuannya, supaya kita jangan terus pusing dan berkutat di urusan listrik,"imbuhnya

Krisis listrik yang terjadi di Sumatra, menurut Dahlan, terjadi karena pembangkit listrik yang ada di Ombilin, Sumatra Barat, tengah dalam pemeliharaan. Pemeliharaan ini penting karena jika sampai pembangkit Ombilin rusak, pasokan listrik untuk Sumatra akan berkurang 160 MW.

"Untuk mengatasi hal tersebut, PLN sudah menyewa genset sambil menunggu perbaikan mesin yang ada di Ombilin dan Belawan. Kira-kira, sewa genset ini hanya 6 bulan, setelah itu akan kembali normal,"tuturnya.

Meskipun demikian, dalam jangka panjang, untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan setrum, Sumatra tetap membutuhkan kehadiran pembangkit-pembangkit listrik baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×