Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri kelapa sawit nasional melihat peluang peningkatan ekspor minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa (UE) setelah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) berlaku pada 2027.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan, IEU-CEPA memberikan keuntungan bagi ekspor minyak sawit Indonesia melalui penghapusan tarif untuk volume tertentu.
Dalam kesepakatan tersebut, minyak sawit Indonesia mendapatkan tarif 0% untuk volume hingga 1 juta ton. Menurut Eddy, fasilitas tersebut semestinya dapat mendorong peningkatan ekspor sawit Indonesia ke pasar Eropa.
Baca Juga: Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kawasan Industri AI-Ready, Bidik Peluang dari Data Center
"Seharusnya ini bisa meningkatkan ekspor minyak sawit Indonesia ke EU," ujar Eddy kepada Kontan, Kamis (27/8/2026).
Namun, penghapusan tarif saja belum cukup untuk memastikan ekspor sawit meningkat. Pasalnya, pelaku usaha masih menghadapi hambatan non-tarif berupa regulasi keberlanjutan yang diterapkan UE, salah satunya European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Eddy mengatakan, IEU-CEPA pada dasarnya menghilangkan hambatan perdagangan dari sisi tarif. Sementara itu, persoalan non-tarif seperti EUDR masih perlu diselesaikan agar eksportir sawit dapat sepenuhnya memanfaatkan akses pasar yang lebih kompetitif.
"IEU-CEPA ini adalah hilangnya hambatan tarif, tetapi masih ada hambatan non-tarif yaitu EUDR," katanya.
Menurut Eddy, apabila hambatan tarif dan non-tarif tersebut dapat diselesaikan, peluang peningkatan ekspor minyak sawit Indonesia ke UE akan semakin besar.
IEU-CEPA ditargetkan ditandatangani pada Oktober 2026 dan mulai berlaku pada Januari 2027. Pemerintah membidik nilai ekspor Indonesia ke UE dapat meningkat hingga dua kali lipat setelah perjanjian dagang tersebut diimplementasikan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sekitar 90,4% pos tarif ekspor Indonesia ke UE akan langsung menjadi 0% saat IEU-CEPA mulai berlaku. Sementara 8,37% pos tarif lainnya akan diturunkan secara bertahap.
Airlangga menyebut minyak sawit menjadi salah satu komoditas yang berpeluang mendapatkan akses lebih kompetitif ke pasar Eropa bersama alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan.
Bagi industri sawit, pembukaan akses melalui IEU-CEPA menjadi peluang untuk meningkatkan penetrasi pasar Eropa. Namun, kepastian penyelesaian hambatan non-tarif tetap menjadi faktor penting agar fasilitas tarif tersebut dapat memberikan dampak maksimal terhadap ekspor sawit nasional.
Baca Juga: Bangun Kosambi (CBDK) Ketiban Berkah Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK2
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














