kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ikan patin masih potensial di pasar ritel


Rabu, 11 April 2018 / 11:20 WIB
ILUSTRASI. BUDIDAYA IKAN PATIN


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan ikan patin masih potensial di pasar ritel domestik. 

"Peluang ikan patin masih sangat besar," ujar Vice President PT Lion Super Indo Wirawan Winarto dalam acara Marine & Fisheries Business & Investment Forum (MFBIF) mengenai Strategi Industri Patin Merebut Pasar Domestik dan Internasional, Rabu (11/4).

Saat ini penjualan patin di Super Indo masih berada di peringkat ketiga. Hal itu dikarenakan masih kurangnya pasokan ikan patin untuk memenuhi penjualan.

Wirawan bilang saat ini untuk gerai Super Indo masih membutuhkan supplier patin di sejumlah daerah di pulau Jawa, Lampung, dan Palembang. Sementara penjualan komoditas perikanan di supermarket merupakan hal yang dominan karena merupakan kebutuhan sehari-hari.

"Persyaratan supplier mudah hanya dengan harga bersaing dan ketersediaan yang berkelanjutan serta memiliki sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan kemampuan mendistribusikan," terang Wirawan.

Tahun 2017 penjualan ikan patin segar di Super Indo sebesar 107 ton. Sementara ikan patin fillet atau biasa dikenal dengan nama dory masih kecil hanya sekitar 18 ton.

Padahal pasar dory di ritel di Indonesia masih terbuka luas. Hal itu dikarenakan adanya kebijakan larangan impor patin oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×