Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen barang plastik untuk bahan bangunan, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menargetkan pertumbuhan kinerja dobel digit dari top line dan bottom line hingga akhir tahun ini.
Corporate Secretary Impack Pratama Industri, Lenggana Linggawati menjelaskan bahwa tahun ini, perusahaan menargetkan pendapatan senilai Rp 5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp 700 miliar.
Menilik laporan keuangan tahun lalu, perusahaan meraup pendapatan Rp 4,27 triliun dan laba bersih Rp 620 miliar. Artinya, tahun ini IMPC membidik pendapatan naik 19,4% dan laba bersih tumbuh 12,9% secara tahunan (year on year/yoy).
Untuk meraih target tersebut, pada semester II-2026 perusahaan akan mengoptimalkan sejumlah hal. Pertama, penguatan pangsa pasar dengan menjaga distribusi.
"Untuk memperkuat pasar, kami melakukan aktivasi merek yang agresif dan kampanye terintegrasi untuk menjaga loyalitas jaringan distribusi," terang Lenggana kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Bidik Kinerja Positif, IMPC Optimistis Prospek Industri Bahan Bangunan Plastik
Selain itu, IMPC akan melakukan ekspansi pasar ekspor khususnya di luar Asia. "Kami meningkatkan penetrasi di Australia dan Selandia Baru," imbuhnya.
Hal ini juga sejalan dengan strategi perusahaan melirik peluang penjajakan akuisisi strategis sepanjang sisa tahun ini, baik di tingkat lokal maupun internasional. Menurut Lenggana, langkah ini menjadi bagian dari strategi pihaknya memperkuat pertumbuhan jangka panjang.
Adapun ke depan, IMPC juga disebut akan merilis produk-produk baru setiap tahun secara konsisten, guna melakukan inovasi produk secara berkelanjutan.
Lenggana menambahkan, sepanjang semester I-2026, perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan penjualan dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
"Hal ini berkat kampanye pemasaran yang kami lakukan secara agresif masih diterima dengan baik oleh pasar ritel domestik," ujarnya.
Sepanjang tahun ini, IMPC juga menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebanyak Rp 500 miliar. Menurut Lenggana, sebesar 52% dialokasikan untuk bangunan, 39% mesin, sedangkan sisanya untuk kendaraan, peralatan kantor dan perlengkapan pabrik.
Baca Juga: Daya Beli Tertekan, Ritel Rumah Tangga dan Bahan Bangunan Tetap Ekspansif
Sebagai produsen bahan baku plastik, konflik Timur Tengah yang sempat menyebabkan kelangkaan plastik juga kini disebut telah menunjukkan pemulihan bertahap.
"Saat ini pasokan bahan baku telah membaik, harga bahan baku juga sudah menunjukkan penurunan bertahap," kata Lenggana.
Di sisi lain, secara prospek, menurutnya, separuh kedua tahun ini masih diwarnai fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian geopolitik yang bisa memengaruhi kondisi ekonomi dan rantai pasok global.
Asal tahu saja, pada kuartal I-2026 perusahaan meraup pendapatan sebesar Rp 1,17 triliun, meningkat 24,8% yoy dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 937,24 miliar.
Di sisi bottom line, laba bersih tercatat sebesar Rp 202,6 miliar atau naik 32,9% yoy dari Rp 152,45 miliar.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Kerek Harga Bahan Baku Hingga 40%, Harga Cat Bisa Naik 10%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
