kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.921   86,00   0,48%
  • IDX 6.300   -74,45   -1,17%
  • KOMPAS100 821   -11,37   -1,37%
  • LQ45 625   -8,06   -1,27%
  • ISSI 218   -2,57   -1,16%
  • IDX30 346   -4,37   -1,25%
  • IDXHIDIV20 430   -3,98   -0,92%
  • IDX80 94   -1,22   -1,28%
  • IDXV30 118   -1,36   -1,15%
  • IDXQ30 111   -1,28   -1,14%

Impack Pratama Industri (IMPC) Genjot Ekspor ke Australia dan Selandia Baru


Kamis, 24 September 2026 / 13:49 WIB
Impack Pratama Industri (IMPC) Genjot Ekspor ke Australia dan Selandia Baru
ILUSTRASI. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) (Dok/IMPC)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) terus memperluas pasar ekspor, terutama ke Australia dan Selandia Baru. Strategi ini menjadi salah satu upaya perusahaan menopang pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026.

Sekretaris Perusahaan Impack Pratama Industri, Lenggana Linggawati mengatakan, kontribusi ekspor terhadap penjualan perusahaan pada semester I-2026 mencapai sekitar 32%. Angka tersebut sudah termasuk penjualan dari entitas anak perusahaan di luar negeri.

“Ekspor semester I-2026 berkontribusi sekitar 32%, termasuk penjualan entitas anak luar negeri,” kata Lenggana kepada Kontan, Kamis (24/9/2026).

Untuk memperbesar penetrasi di Australia dan Selandia Baru, IMPC akan mengeksplorasi sejumlah peluang, terutama melalui pengembangan produk dan perluasan akses pasar.

“Perusahaan akan terus mengeksplorasi berbagai peluang untuk memperkuat penetrasi di pasar Australia dan Selandia Baru, antara lain melalui pengembangan produk, serta perluasan akses pasar melalui pengembangan rute distribusi,” ujarnya.

Strategi ekspansi tersebut dilakukan di tengah biaya energi dan produksi yang masih menjadi perhatian industri. Lenggana mengatakan, perusahaan akan tetap mengedepankan efisiensi operasional dan menjalankan pengembangan usaha secara selektif.

“Perusahaan akan terus mengedepankan efisiensi operasional dan melakukan pengembangan usaha secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta potensi pertumbuhan yang ada,” terang Lenggana.

Baca Juga: Impack Pratama Industri (IMPC) Tambah Mesin dan Kapasitas Produksi Atap

Sementara itu, IMPC masih mempertahankan target kinerja 2026. Perusahaan menargetkan pendapatan bersih sebesar Rp 5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp 800 miliar.

“Hingga saat ini, kinerja perusahaan masih sejalan dengan target perusahaan, yakni pendapatan bersih senilai Rp 5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp 800 miliar untuk tahun buku 2026,” katanya.

Target tersebut berarti perusahaan membidik pertumbuhan pendapatan sekitar 19,4% secara tahunan dari realisasi 2025 sebesar Rp 4,27 triliun. Sementara laba bersih ditargetkan tumbuh lebih dari 29% dari Rp 620 miliar pada tahun lalu.

Sebelumnya, pada kuartal I-2026, IMPC membukukan pendapatan Rp 1,17 triliun, naik 24,8% yoy dari Rp 937,24 miliar. Laba bersih juga meningkat 32,9% yoy menjadi Rp 202,6 miliar dari Rp 152,45 miliar.

Untuk mendukung ekspansi bisnis, IMPC mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 500 miliar pada tahun ini.

Alokasi tersebut antara lain untuk bangunan sebesar 52% dan mesin 39%, sementara sisanya untuk kendaraan, peralatan kantor dan perlengkapan pabrik.

Di sisi bahan baku, perusahaan juga melihat kondisi pasokan mulai membaik setelah sebelumnya terdampak konflik Timur Tengah.

“Saat ini pasokan bahan baku telah membaik, harga bahan baku juga sudah menunjukkan penurunan bertahap,” kata Lenggana.

Baca Juga: Impack Pratama (IMPC) Bidik Pendapatan Rp 5,1 Triliun pada 2026, Ini Strateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×