Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin kini telah terpangkas signifikan. Bahkan, kini impor BBM jenis bensih tersisa separuhnya saja.
Bahlil menjelaskan, perbaikan postur impor ini terjadi seiring dengan optimalisasi kapasitas produksi di dalam negeri. Jika sebelumnya kapasitas produksi bensin domestik terbatas, kini angka produksi tersebut mendapat sokongan besar dari proyek strategis nasional yang mulai beroperasi.
"Sekarang yang kita impor itu apa? Bensin. Bensin itu kita impor, totalnya konsumsi kita kan hampir 40 juta, 39 sampai 40 juta kiloliter. Dari situ produksi dalam negeri kita sebelum RDMP Balikpapan itu kan 14,3 juta. Penambahan RDMP Balikpapan itu kan 5,6-5,7 (juta kiloliter). Jadi hampir 20, hampir 20 (juta) kiloliter. Berarti impor kita tinggal 50%," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Wellground Hadir, Summarecon Mall Bekasi Kini Jadi Destinasi Lifestyle Terintegrasi
Sayangnya, Bahlil tak menyebutkan berapa besar porsi impor BBM bensin tanah air sebelumnya.
Di samping itu, Bahlil meluruskan mengenai asal muasal sisa impor bensin tersebut.
Ia menegaskan, seluruh impor bensin saat ini hanya berasal dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, bukan dari wilayah yang sedang bergejolak seperti Timur Tengah atau kawasan jauh lainnya.
"Nah jadi 50% itu kita impor dari mana? Dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Jadi tidak ada kita impor BBM jadi dari Middle East ataupun negara Afrika ataupun Amerika ataupun negara lain, enggak ada. Itu harus clear dulu ya," terangnya.
Selain bensin, Bahlil juga menekankan, Indonesia sudah tidak lagi bergantung pada luar negeri untuk produk Solar (CN48).
Bahkan, dengan rencana penerapan kebijakan pencampuran biodiesel 50% (B50) pada Juli mendatang, Indonesia diprediksi akan mengalami surplus produksi solar.
Baca Juga: GAPMMI Dukung Upaya Pemerintah Amankan Bahan Baku Plastik
"Sekali lagi saya sampaikan bahwa solar CN48 yang sering dipakai di pasar-pasar yang sekarang mobil apa segala macam itu, CN48 itu kan kita sudah bisa produksi dalam negeri. Apalagi dengan B50 besok, B50 itu berarti kita akan surplus ya. Mulai bulan Juli itu penerapan B50 pasti surplus ya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













