kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Impor Gandum Meningkat, Mamin Mendominasi, Bahan Pakan Ternak Sebagian Kecil


Jumat, 04 April 2025 / 22:48 WIB
Impor Gandum Meningkat, Mamin Mendominasi, Bahan Pakan Ternak Sebagian Kecil
ILUSTRASI. Sejak pemerintah melarang impor jagung yang diberlakukan khusus untuk kebutuhan pakan ternak pada 2016 silam, jumlah impor gandum tercatat mengalami lonjakan.


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejak pemerintah melarang impor jagung yang diberlakukan khusus untuk kebutuhan pakan ternak pada 2016 silam, jumlah impor gandum tercatat mengalami lonjakan. Maklum, gandum juga dijadikan bahan baku pakan ternak.

Mengutip data laporan Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), total impor gandum pada tahun 2015 sebelum pelarangan impor jagung mencapai 7,4 juta ton. Jumlah impor jagung dengan impor gandum saat itu tercatat hampir sama.

Sedangkan setelah larangan impor jagung diberlakukan yakni pada tahun 2016, impor gandum naik signifikan.

Baca Juga: Permintaan Tinggi, Impor Gandum Tembus 9,45 Juta Ton Hingga September 2024

Tahun 2016, tercatat Indonesia melakukan impor gandum sebanyak 10,5 juta ton dan terus meningkat. Hingga terakhir pada tahun 2024, impor gandum tercatat 12,1 juta ton.

Peningkatan impor gandum ini sejalan dengan peningkatan kebutuhan bahan baku industri terigu dan penggunaan gandum oleh industri pakan ternak. Impor gandum untuk pakan semakin marak pada saat harga jagung relatif mahal dan/atau terdapat hambatan impor jagung.

Meski begitu, Direktur Eksekutif Aptindo Ratna Sari Loppies mengatakan, peruntukan impor gandum saat ini masih didominasi untuk produksi makanan dan minuman (mamin).

“Jadi kalau impor gandum itu 80% untuk food, 20% by product itu untuk pakan ternak. Dari dulu trennya begitu,” terang Ratna kepada Kontan, Jumat (4/4).

Ratna mengatakan peruntukan impor gandum yang masih mendominasi sektor makanan dan minuman ini sebab masih dibutuhkan pasar, atau untuk memenuhi permintaan pasar.

Dari data yang ia tunjukkan, penggunaan gandum untuk terigu (pangan) pada tahun 2024 mencapai 9,5 juta ton. “Sisanya sebagian sebagai buffer stok, dan yang lain untuk penggunaan pakan ternak sepertinya,” tambahnya.

Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Impor Gandum Buat Pakan Ternak

Selanjutnya: Rumah Mocaf, Sosial Enterprise yang Olah Singkong Jadi Produk Bernilai Tinggi

Menarik Dibaca: Garuda Metalindo Bukukan Kinerja Solid di Kuartal IV 2024, Ekspor Jadi Penopang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×