Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berawal dari kepedulian terhadap petani singkong yang merugi akibat harga jual yang anjlok, Rumah Mocaf (RM) hadir sebagai social enterprise yang mengolah singkong menjadi modified cassava flour (mocaf). Mocaf yang dihasilkan tak hanya memperpanjang umur simpan singkong, tetapi juga meningkatkan nilai jualnya di pasaran.
"Saat itu banyak petani yang memilih tidak memanen singkongnya karena biaya operasional tinggi dan daya simpannya hanya sekitar tujuh hari. Dari situ muncul gagasan untuk mengolahnya menjadi mocaf agar lebih bernilai dan bertahan lebih lama," ujar Wakhyu Budi Utami, CPO Rumah Mocaf kepada Kontan, Jumat (4/4).
Seiring waktu, mocaf yang dipasarkan dengan merek Mocafine semakin dikenal masyarakat, terutama di kalangan pegiat hidup sehat. Menurut Wakhyu, tren penjualan mocaf terus meningkat berkat eksposur media dan berbagai penghargaan yang diraih, seperti Anugerah Bangga Buatan Indonesia (ABBI) dan liputan di acara Kick Andy serta CNN Heroes.
Baca Juga: Singkong Diusulkan Sebagai Komoditas Penerima Pupuk Subsidi
"Popularitas mocaf makin meningkat, terutama di segmen konsumen yang membutuhkan alternatif bebas gluten seperti penderita celiac disease, diabetes, hingga autisme. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal manfaat mocaf dan mulai menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Keunggulan mocaf dibandingkan tepung singkong biasa terletak pada teksturnya yang lebih halus, warna lebih cerah, serta aroma yang lebih netral. Dengan sifatnya yang mirip tepung terigu protein rendah, mocaf dapat menggantikan terigu hingga 20% dalam berbagai resep, bahkan hingga 100% pada resep tertentu.
Tahun 2025, Rumah Mocaf menargetkan perluasan pasar dan peluncuran produk inovatif berbasis mocaf. Selain itu, Rumah Mocaf terus memperkuat kolaborasi dengan petani singkong, ibu-ibu rumah tangga, dan warga desa yang tergabung dalam ekosistem produksi mocaf.
"Kami ingin RM tidak hanya dikenal sebagai produsen mocaf, tapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah. Dengan kerja sama yang kuat antara petani, pengrajin mocaf, dan pemuda lokal, kami optimistis bisa memberikan dampak yang lebih luas," pungkas Wakhyu.
Baca Juga: Mengolah Dolar dari Produk Singkong
Selanjutnya: Jasindo Mudik, Lebih Aman Menghadapi Arus Balik Lebaran Tahun 2025
Menarik Dibaca: Garuda Metalindo Bukukan Kinerja Solid di Kuartal IV 2024, Ekspor Jadi Penopang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News