kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Importir gula rafinasi nakal akan di cabut ijinnya


Rabu, 18 September 2013 / 14:26 WIB
Importir gula rafinasi nakal akan di cabut ijinnya
ILUSTRASI. Ada beberapa bahan alami untuk penghilang noda pakaian.


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan para importir nakal yang bermain di pasaran gula konsumsi harus ditindak tegas. Itu diungkapkan oleh Hidayat dikarenakan saat ini banyak impor gula rafinasi yang masuk ke pasar gula konsumsi, sehingga merugikan petani tebu.

Menurutnya, gula rafinasi tidak boleh masuk ke pasar konsumsi karena hanya diperuntukan untuk beberapa sektor industri makanan dan minuman saja."Gula rafinikasi harus ditertibkan, tidak boleh digunakan untuk konsumsi, masalah ini harus ada mekanisme baru, importir yang melanggar harus di stop ijin impornya", kata Hidayat, usai menghadiri Rapat Kerja di Komisi VI DPR-RI, Rabu (18/9).

Sebelumnya Ketua Komisi IV DPR-RI M. Romahurmuziy justru meminta pemerintah untuk menyetop impor gula rafinasi. Ia juga mengatakan sebaiknya pabrik raw sugar dihentikan izin produksinya. Sebab gula impor itu telah merembes ke pasaran dalam negeri dan telah mengganggu harga gula lokal. Dia juga menyarankan agar Kementerian Perdagangan menghentikan penerbitan tambahan izin kuota impor raw sugar untuk pabrik gula rafinasi.

Menurutnya sangat tidak masuk akal jika impor raw sugar bagi kepentingan industri rafinasi yang hanya sebesar 3 juta ton per tahun diberi keleluasaan. Apalagi hak impornya hanya diberikan kepada tidak lebih dari 9 orang. Di lain sisi, petani tebu hanya mampu memproduksi tidak lebih dari 2 juta per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×