kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Importir klaim tidak terlibat kisruh harga daging


Rabu, 12 Agustus 2015 / 07:26 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ancaman pihak kepolisian menindak tegas tujuh perusahaan yang bermain dalam kisruh pasokan dan harga pangan di pasaran dalam negeri, tak membuat gentar para importir sapi. 

Johny Liano, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari anggota asosiasinya yang digeledah atau diperiksa polisi.

Ia mengklaim, 35 importir  di bawah Apfindo transparan mengelola sapi bakalan, mulai dari penggemukan, pemotongan dan penjualan. "Kami yakin polisi tidak sembarangan menyelidiki jika belum ada indikasinya," ujar Johny kepada KONTAN, Selasa (11/8).

Johny berdalih, harga daging dari importir tidak sama. Setiap perusahaan punya manajemen operasional berbeda dalam menggemukkan sapi. Perbedaan operasional membedakan kualitas, berat dan harga setiap sapi yang dijual.

Ia menilai, kenaikan harga daging di pasaran dipicu tidak seimbangnya supply dan demand. "Dua faktor itu yang menentukan pembentukan harga di pasaran," katanya.

Sebelumnya, Kapolri Badrodin Haiti bilang, ada tujuh importir pangan yang sedang diselidiki kepolisian. Sayang, ia tak menyebut namanya. "Prosedur impor akan diteliti karena ada ulah pelaku usaha yang membuat kita ketergantungan impor," kata Badrodin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×