kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

INACA Khawatirkan Dampak Vonis KPPU Terhadap Bisnis Maskapai


Senin, 10 Mei 2010 / 15:47 WIB
INACA Khawatirkan Dampak Vonis KPPU Terhadap Bisnis Maskapai


Reporter: Gentur Putro Jati |


JAKARTA. Sembilan maskapai penerbangan yang divonis bersalah atas perilaku kartel Fuel Surcharge (FS) oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengkhawatirkan dampak turunan atas putusan tersebut.

Menurut Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanudin, salah satu kekhawatiran yang dihadapi anggotanya adalah perusahaan pemilik pesawat (lessor) bisa menarik pesawat yang disewakannya ke sembilan maskapai tersebut.

"Maskapai yang dituding melakukan kartel khawatir terjadi renegosiasi kontrak sewa bahkan sampai penarikan pesawat dari para lessor. Pihak lessor kemungkinan takut maskapai tidak mampu memenuhi biaya sewa karena harus membayar denda dan ganti rugi yang besar," kata Tengku, Senin (10/5).

Kondisi tersebut menurutnya bisa berpengaruh terhadap industri penerbangan di Indonesia yang sedang berkembang. Termasuk mengurangi daya saing maskapai nasional saat pemberlakuan kesepakatan liberalisasi penerbangan atau Open Sky pada 2015 nanti.

"Dengan diharuskan membayar ganti rugi dan denda yang besar saja cash flow perusahaan penerbangan akan terganggu. Apalagi sampai pesawatnya ditarik oleh lessor. Dampaknya akan sangat buruk bagi mereka," tegasnya.

Atas dasar itulah, INACa mewakili perusahaan penerbangan di Indonesia berharap Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bisa menyampaikan opini kedua ke KPPU atas putusan tersebut. Karena Ditjen yang dipimpin oleh Herry Bakti S Gumay tersebut dianggap paling memahami mekanisme pengutipan FS oleh maskapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×