kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.062   62,00   0,34%
  • IDX 5.831   -109,85   -1,85%
  • KOMPAS100 773   -12,85   -1,64%
  • LQ45 583   -6,25   -1,06%
  • ISSI 203   -3,48   -1,69%
  • IDX30 330   -3,96   -1,19%
  • IDXHIDIV20 409   -3,48   -0,84%
  • IDX80 88   -1,29   -1,45%
  • IDXV30 112   -1,92   -1,69%
  • IDXQ30 107   -1,11   -1,03%

Inaplas: Kebutuhan plastik dan kemasan meningkat karena adanya pasar-pasar kaget


Kamis, 04 April 2019 / 20:19 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Permintaan plastik akan dipengaruhi dua momentum dalam waktu dekat, yakni Ramadan dan Pemilu. Keduanya mendorong kebutuhan plastik di masyarakat semakin tinggi.

Menjelang Ramadan, industri plastik kebanjiran permintaan. Dikatakan Sekertaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono, kondisi ini wajar mengingat kebutuhan plastik kemasan juga mengalami peningkatan.

Kebutuhan plastik meningkat diantaranya karena adanya pasar-pasar kaget ketika Ramadan, maupun pola hidup masyarakat yang cenderung gemar memesan makanan sacara online.

Berkaca dari tahun 2018, peningkatan penjualan plastik meningkat 10% hingga 20%. Plastik kemasan makanan dan minuman masih menjadi favorit masyarakat. Diperkirakan kenaikan ini akan bertahan hingga dua minggu menjelang Lebaran, dan kembali normal empat minggu pasca lebaran.

Permintaan yang tinggi tidak hanya dikarenakan momentum menjelang Ramadan. Pemilihan Umum (Pemilu) turut mempengaruhi permintaan plastik akhir-akhir ini. Fajar menjelaskan, bahan plastik banyak digunakan dalam masa kampanye. “ Hal paling sederhana seperti kebutuhan air minum dalam kemasan plastik,” terang Fajar ketika dihubungi Kontan, Kamis (4/4).

Sementara itu, ketika Pemilu Fajar memperkirakan, konsumsi dan distribusi akan terganggu selama kurang lebih satu minggu. Perubahan ini akan berpengaruh terhadap terhadap cost. Jika cost memungkinkan untuk dibebankan kepada konsumen maka margin akan ringan. Jika tidak, maka margin akan tergerus.

“Secara kuantitas mungkin tetap akan mendapatkan keuntungan, tetapi di bawah 10%,” jelas Fajar. Akan tetapi, jika masa pemilu berjalan lancar, diproyeksikan keuntungan bisa mencapai di atas 20% bahkan hingga 30%.

Fajar berharap kondisi politik tidak berlarut-larut sehingga industri plastik tidak merugi. Namun Fajar belum bisa menjelaskan detail angka keuntungan maupun kerugian dari momentum pemilu ini, “ Belum bisa dihitung karena tergantung bagaimana transisinya nanti,” terang Fajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×