kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45952,80   9,76   1.04%
  • EMAS1.014.000 -1,46%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Incar kinerja ciamik, Integra Indocabinet (WOOD) genjot ekspor di sisa tahun ini


Senin, 07 September 2020 / 19:10 WIB
Incar kinerja ciamik, Integra Indocabinet (WOOD) genjot ekspor di sisa tahun ini
ILUSTRASI. Perusahaan manufaktur berbahan kayu seperti furnitur, furniture, mebel, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD)


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen mebel, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) terus mendorong ekspor di tahun 2020. Selama ini, penjualan ekspor memang menyokong pertumbuhan bisnis perusahaan selama ini.

Wendy Chandra, Corporate Secretary and Head of Investor Relations WOOD memperkirakan perolehan bisnis ekspor akan lebih baik daripada penjualan domestik. "Seperti di ketahui di semester satu, penjualan perusahaan naik 16% di dukung terutama oleh pasar ekspor," kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (6/9).

Produk-produk seperti furnitur dan building component terutama millwork, diperkirakan akan naik pada kuartal III-2020. Tahun lalu, kapasitas produksi millwork naik menjadi 113.520 meter kubik dari sebelumnya 56.760 meter kubik.

Di tahun 2020 ini, WOOD akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi sebesar 198.660 meter kubik. Dengan kenaikan produksi itu, Wendy berharap perolehan penjualan di kuartal ketiga akan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) genjot kinerja bisnis lewat pasar ekspor mebel

Produsen furnitur ini optimistis menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 20% hingga akhir tahun. Optimisme ini berdasarkan masih cerahnya pasar ekspor furnitur khususnya di Amerika Serikat (AS) di tengah memudarnya dominasi produk furnitur China di AS lantaran ketegangan hubungan kedua negara tersebut.

Sekadar informasi saja, pasar furnitur AS saat ini dikuasai oleh produk Vietnam, sementara China terdepak ke posisi kedua. Di semester pertama tahun ini, pangsa pasar China di produk furnitur AS sebesar 14,3%, sementara Vietnam mendominasi di urutan pertama dengan pangsa pasar mencapai 37,5%.

Sedangkan furnitur asal Indonesia baru menguasai 5,4% pasar AS per paruh pertama 2020.

Manajemen menilai hal ini merupakan peluang bagi WOOD untuk semakin menancapkan cakar nya di pasar furnitur negeri Paman Sam tersebut terlebih, saat ini di AS sedang muncul gerakan melepaskan diri dari ketergantungan produk China. 

Baca Juga: Optimistis pendapatan tumbuh 20%, ini strategi Integra Indocabinet (WOOD)

Jika mengulik laporan keuangan perseroan maka didapati bahwa WOOD berhasil membukukan pendapatan bersih senilai Rp 1,13 triliun sepanjang semester pertama 2020. Realisasi ini naik 16% secara secara tahunan bila dibandingkan dengan torehan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 977,54 miliar.

Bila dirinci, pendapatan WOOD masih didominasi penjualan ke pasar ekspor.  Sebanyak Rp 969,05 miliar atau 85,4% dari total pendapatan merupakan hasil dari penjualan ekspor. Sisanya, yakni Rp 163,94 miliar merupakan penjualan ke pasar domestik, yang merupakan penjualan dari segmen kehutanan, manufaktur, dan juga perdagangan.

 

Selanjutnya: Bisnis industri mebel diprediksi kembali normal pada tahun 2021

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×