kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Dikenakan Tarif 19%, Ini Strategi HIMKI Agar Ekspor Furnitur ke AS Tetap Tumbuh


Kamis, 05 Maret 2026 / 16:36 WIB
Dikenakan Tarif 19%, Ini Strategi HIMKI Agar Ekspor Furnitur ke AS Tetap Tumbuh
ILUSTRASI. Produk Desain & Furnitur RI Raup Potensi Transaksi Rp 9,8 Miliar di Paris (Dok/Kemendag)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengungkap strategi pelaku usaha mebel agar ekspor ke Amerika Serikat (AS) tetap bertumbuh pasca tarif impor 19% dikenakan untuk Indonesia.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan, porsi ekspor produk furnitur ke AS saat ini meningkat dari 54% ke 58%. Oleh karena itu, AS masih menjadi pasar ekspor utama industri furnitur Tanah Air.

Salah satu langkah HIMKI untuk menekan dampak tarif adalah dengan membeli produk bahan baku kayu dari AS. Bahan baku yang diolah di Indonesia kemudian akan kembali diekspor ke AS.

Baca Juga: Kemendag: HET MinyaKita Masih Realistis Jelang Lebaran 2026, Begini Alasannya

Selain itu, HIMKI juga menyiapkan strategi lain yakni membangun usaha di Amerika Serikat melalui skema konsorsium.

“Strategi yang paling jitu adalah membangun usaha di sana,” jelas Sobur ditemui di ICE BSD Tangerang, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran entitas bisnis Indonesia di AS diharapkan dapat membantu menekan tarif sekaligus memperkuat akses pasar.

“Nantinya bentuknya lebih ke trading. Jadi kami masuk ke sana dengan membangun usaha atau konsorsium di Amerika. Harapannya, kalau kita punya entitas di sana, tarif bisa turun,” ujarnya.

Pasalnya, perhatian utama pemerintah AS sebenarnya tidak hanya pada tarif, melainkan lebih ke penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Karena itu, HIMKI melihat jika pelaku usaha Indonesia turut membuka usaha di AS dan menyerap tenaga kerja lokal, peluang untuk pelonggaran tarif dinilai lebih besar.

Dus, Sobur menambahkan, HIMKI berencana melakukan penjajakan awal pembentukan entitas bisnis di AS pada Mei 2026 mendatang.

“Masih penjajakan. Bulan Mei mau berangkat. Karena mereka mengundang 5 negara bagian dan HIMKI ke sana untuk memilih apakah mau di New York, San Francisco, atau di mana daerah yang daya belinya paling tinggi. Udah ditawarkan,” pungkas Sobur.

Baca Juga: Governance Reset, Danantara Audit Ulang Aset dan Laporan Keuangan BUMN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×