kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Komisi XII DPR Akan Panggil Bahlil Bahas Stok BBM di Tengah Konflik Timur Tengah


Kamis, 05 Maret 2026 / 17:00 WIB
Komisi XII DPR Akan Panggil Bahlil Bahas Stok BBM di Tengah Konflik Timur Tengah


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XII DPR RI berencana menggelar rapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, untuk secara khusus membahas ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan mengatakan, pembahasan tersebut diagendakan DPR saat kembali memasuki masa sidang, setelah masa reses berakhir pada 10 Maret 2026.

“Iya, kebetulan memang sekarang kan masa reses sehingga para anggota masih di dapil masing-masing, tapi nanti setelah dimulai masa persidangan pasti akan segera diagendakan ya untuk terkait membahas masalah ketahanan BBM ini,” kata Putri saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (5/4/2026).

Baca Juga: Kejar Cadangan Energi 90 Hari, RI Butuh Tambahan 112 Juta Barel BBM

Putri menilai, isu ketahanan energi penting untuk dibahas, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi.

Menurut dia, pemerintah juga telah menyiapkan langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya dengan memperbesar kapasitas penyimpanan BBM.

“Iya, kemarin kita juga sudah menyaksikan ya, Pak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa arahan langsung dari Bapak Presiden itu storage kita nanti akan diperbesar. Memang sekarang storage kita itu hanya cukup untuk 21 sampai dengan 25 hari gitu,” kata Putri.

Dia menambahkan, rencana pembangunan fasilitas penyimpanan BBM yang lebih besar juga sedang dijajaki oleh pemerintah, salah satunya di wilayah Sumatera.

“Jadi nanti ke depannya akan dibangun storage yang lebih besar, kemungkinan di Provinsi Sumatera sedang dijajaki dulu,” kata Putri.

Putri menilai, momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional agar Indonesia memiliki cadangan energi yang memadai.

“Ya ini saya rasa juga momentum yang tepat, memang ketahanan energi, swasembada energi itu menjadi sesuatu yang sangat penting gitu, agar kita bisa memiliki kecukupan energi di Indonesia,” tutur dia.

Baca Juga: Soal Storage Tambahan, Pertamina Masih Tunggu Instruksi Pemerintah

Dia juga mengingatkan bahwa standar cadangan energi secara internasional jauh lebih besar dibandingkan kemampuan penyimpanan BBM Indonesia saat ini.

“Ya kalau kita mengacu yang aturan internasional itu kan memang 60 hari gitu. Nanti harapannya ke depan mudah-mudahan Indonesia bisa seperti itu,” pungkas Putri.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa stok BBM nasional saat ini hanya berkisar 21–25 hari.

Kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan kapasitas fasilitas penyimpanan di dalam negeri.

“Kenapa enggak kita melakukan persediaan lebih dari 25 hari? Kalau kita adakan, kita mau simpan di mana? Storage-nya enggak cukup,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan BBM di Indonesia selama ini memang hanya berkisar 25 hari.

Bahkan dalam rapat Dewan Energi Nasional (DEN) yang diikutinya, stok BBM rata-rata berada di kisaran 22–23 hari.

“Jadi mohon diluruskan, bukan karena kita tidak bisa menyiapkan lebih dari 23 hari. Karena memang daya tampungnya enggak ada,” ujar dia.

Baca Juga: Bahlil: Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran, Cek Daftar Terbarunya

Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pemerintah untuk memperbesar kapasitas penyimpanan BBM agar ketahanan energi nasional semakin kuat.

“Bapak Presiden Prabowo, memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage, supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan 3 bulan. Inilah standar minimum konsensus daripada global,” kata Bahlil.

Adapun isu stok BBM menjadi perhatian publik setelah memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan energi Indonesia.

Sebagai perbandingan, cadangan BBM Jepang disebut bisa mencapai sekitar 254 hari, meski wilayah negaranya lebih kecil dibandingkan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×