kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Incar proyek JSS, WIKA bangun pabrik di Lampung


Rabu, 22 Januari 2014 / 08:57 WIB
ILUSTRASI. Tengok Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari Ini Rabu, 31 Agustus 2022. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/18/09/2017


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Meski hingga kini belum ada kejelasan pembangunan mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS), PT Wijaya Karya Beton rupanya sudah mengantisipasinya.

Agar bisa terlibat dalam proyek mercusuar tersebut, anak perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) itu sudah mempersiapkan pabrik beton yang berlokasi di Lampung.

“Kalau proyek JSS jadi, maka kami sudah siapkan tanah di Lampung untuk menyokongnya,” kata Direktur Operasional Wika Beton Ferry baru-baru ini.

Salah satu alasan pembangunan pabrik baru di Lampung itu adalah, adanya rencana proyek JSS yang akan dikerjakan. Perusahaan mengaku tidak ingin proyek tersebut dibangun dengan menggunakan bahan baku impor.

Rencananya pabrik akan mulai berproduksi Agustus nanti. Pabrik seluas 80 hektare itu nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas dermaga guna memudahkan distribusi barang.

Apalagi di pabrik tersebut, Wika Beton juga akan mulai memproduksi inovasi barunya berupa beton PC Piles Cylinders dengan diameter 2 meter dan panjang 60 meter. “Karena diameternya yang besar butuh lahan luas dan alat transportasi ke laut,” imbuhnya.

Sayangnya tidak diketahui apakah produk barunya itu akan menjadi material pokok pembuatan proyek JSS atau tidak. Ferry hanya mengatakan, perusahaan berharap bisa berkontribusi pada proyek besar tersebut.

Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk melakukan lelang proyek JSS pada tahun 2016 nanti. Nilai proyek diperkirakan mencapai US$ 25 miliar. Proyek termasuk dalam buku daftar proyek infrastruktur kerja sama pemerintah swasta (KPS) atau public private partnership (PPP) tahun 2013.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×