kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Indonesia bidik pasar kendaraan Australia


Jumat, 09 Februari 2018 / 14:29 WIB
Indonesia bidik pasar kendaraan Australia
ILUSTRASI. Menperin Airlangga Hartarto


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian (Menperin) mengatakan, adanya usulan revisi struktur perpajakan pada industri otomotif untuk kendaraan jenis sedan untuk membidik pasar kendaraan di negeri kangguru.

Menurut Menperin, potensi pasar ekspor kendaraan di Australia kian besar, sebab semua industri mobil di Australia telah menutup usahanya.

"Di Australia pabrik otomotif tutup semua, sehingga pasarnya yang 2 juta (mobil), sekarang disuplai dari Thailand dan Jepang," ujar Menperin di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (8/2).

Dari 2 juta potensi pasar tersebut, sebagaian besar didominasi oleh kendaraan jenis mobil sedan. Indonesia ingin mengambil peluang tersebut guna meningkatkan kinerja industri otomotif nasional.

Namun demikian, kata Menperin, industri otomotif nasional tengah dihadapkan tingginya tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dikenakan untuk mobil sedan.

Dengan itu, saat ini Kemenperin tengah mengusulkan revisi struktur perpajakan di industri otomotif salah satunya untuk kendaraan jenis sedan guna mendorong industri otomotif lebih berdaya saing dan mampu mengisi pasar ekspor kendaraan.

"Ini akan mendorong utilitas di otomotif. Karena kapasitas di otomotif sudah bisa sampai 2 juta unit sebetulnya, sekarang utilisasinya sekitar 1,4 juta-1,5 juta unit. Kalau ini bisa dilakukan, kita akan punya kapasitas untuk ekspansi," jelasnya.

Perjanjian Kerja Sama

Selain itu, disamping merevisi struktur perpajakan pada kendaraan sedan, pemerintah juga tengah menyelesaikan perjanjian kerja sama perdagangan Indonesia-Australia Comprehensive Partnership Agreement (IA-CEPA).

"Kalau ini bisa kita selesaikan dan IA-CEPA itu selesai, maka ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk ekspor otomotif, termasuk mobil sedan ke Australia," jelas Airlangga. (Pramdia Arhando Julianto)

Berita ini sudah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Indonesia Bidik Pasar Kendaraan Australia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×