kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Indonesia Gandeng Belanda Garap Proyek Energi Surya Hingga Gelombang Laut


Senin, 09 Oktober 2023 / 14:19 WIB
Indonesia Gandeng Belanda Garap Proyek Energi Surya Hingga Gelombang Laut
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Belanda akan menjalin kerja sama strategis menggarap sejumlah sumber energi dari surya hingga gelombang laut.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Belanda akan menjalin kerja sama strategis menggarap sejumlah sumber energi dari surya hingga gelombang laut. 

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, kerja sama dengan Belanda berkaitan dengan teknologi, peningkatan keterampilan, hingga pendanaan. Dia menghargai inisiatif ini dan kedua negara akan saling mendukung pengambangan proyek sektor energi. 

Maka itu, Arifin mengungkapkan, pada hari ini akan ditandatangani kerja sama untuk beberapa pengembangan proyek di sektor energi. 

“Akan ditandatangani antara Dutch Solar dengan Pertamina untuk solar film (teknologi thin film solar cell) jadi dengan film itu akan ditempel di mana-mana, bisa menyerap energi matahari. Saya rasa Pertamina NRE yang akan merespons,” jelasnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (9/10). 

Baca Juga: Menteri ESDM: Blok Warim yang Ada di Papua Sudah Dilirik KKKS Asing

Selain itu, Indonesia dan Belanda juga mengembangkan energi terbarukan dari sumber energi lain berupa gelombang laut yakni tenaga tidal di Flores. 

Ke depannya, Indonesia akan semakin memperdalam pemanfaatan energi laut untuk menghasilkan energi bersih. 

“Pengembangan ini terutama untuk mendukung masyarakat kita yang susah mendapatkan energi fosil. Tetapi di sisi lain mereka beruntung, memiliki potensi energi EBT yang tinggal bagaimana kita bisa membangun itu,” kata Arifin. 

Melansir catatan di Kementerian ESDM, sejak 2018 PT PLN dan Tidal Bridge BV telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) studi kelayakan dan studi dampak jaringan dalam rangka pemanfaatan energi dari Pembangkit LIstrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Flores. 

Proyek ini dijalankan konsorsium dari Belanda, Tidal Bridge BV dan PJB membuat Joint Venture dengan nama Tidal Bridge Indonesia yang selanjutnya bersama partner lokal akan membangunan Jembatan Pancasila Palmerah.

Proyek akan diintegrasikan dengan turbin arus laut di Selat Larantuka, sepanjang kurang lebih 810 meter yang akan menghubungkan Pulau Adonara dan Pulau Flores.

Tidal Bridge mengasumsikan dengan kecepatan arus laut Selat Larantuka rata-rata 3,5 m/s, kapasitas terpasang tiap turbin adalah sebesar 16 MW dengan energi yang dibangkitkan secara efektif sebesar 6 MW. Dengan asumsi pemasangan 5 turbin, maka energi terbangkitkan rata-rata sebesar 30 MW.

Baca Juga: Pembahasan JETP Bergulir, Pemerintah Usulkan Pendanaan untuk Smart Grid

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×