Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Petroleum Association (IPA) menyatakan optimisme terhadap masa depan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional di tengah tantangan investasi global, agenda transisi energi, serta kebutuhan menjaga ketahanan energi nasional.
Vice President IPA Ronald Gunawan mengatakan, ketahanan energi tetap menjadi agenda strategis pemerintah dan pelaku industri.
Target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari dinilai ambisius, namun masih realistis apabila ditopang kebijakan yang tepat serta iklim investasi yang kompetitif.
Ronald menilai target tersebut mencerminkan komitmen Indonesia menuju kemandirian energi. Namun, pencapaiannya sangat bergantung pada kejelasan roadmap pemerintah, khususnya dalam percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas baru.
Ia menambahkan, mayoritas lapangan migas di wilayah konvensional seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan telah mengalami penurunan produksi. Kondisi ini menjadikan kegiatan eksplorasi sebagai faktor kunci keberlanjutan industri hulu migas ke depan.
Baca Juga: Kementerian ESDM: 2 Juta Barel Minyak Tertahan Imbas Gangguan Pipa Gas di Blok Rokan
Dari sisi investasi, Ronald mengungkapkan minat investor terhadap sektor hulu migas Indonesia mulai menunjukkan pemulihan dalam beberapa tahun terakhir.
Kembalinya sejumlah perusahaan migas internasional serta meningkatnya ketertarikan pemain baru mencerminkan membaiknya kepercayaan terhadap stabilitas iklim investasi nasional.
Meski demikian, ia menekankan investasi migas bersifat jangka panjang dan sangat sensitif terhadap kepastian fiskal, stabilitas regulasi, serta jaminan keamanan berusaha.
Menurutnya, keunggulan Indonesia terletak pada stabilitas nasional, ketersediaan sumber daya alam, dan kualitas sumber daya manusia.
“Tantangannya adalah menciptakan lingkungan usaha yang semakin kompetitif, termasuk melalui penyederhanaan perizinan dan pembaruan regulasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (26/01/2026).
IPA juga terus mendorong percepatan revisi Undang-Undang Migas agar lebih adaptif terhadap dinamika sektor hulu migas saat ini sekaligus memberikan kepastian hukum bagi investor.
Baca Juga: Risiko Keamanan Migas Membentuk Persepsi Pasar Minyak Global
Sementara itu, Chairperson IPA Convex 2026 Teresita Listyani mengatakan, penyelenggaraan IPA Convex ke-50 tidak hanya menjadi perayaan historis, tetapi juga momentum refleksi dan aksi untuk membentuk masa depan industri energi nasional.
Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”, IPA Convex 2026 dirancang sebagai platform strategis untuk dialog kebijakan, pertukaran gagasan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan media visit ini, IPA menegaskan peran strategis media sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan konstruktif mengenai industri hulu migas.
IPA berharap rangkaian kegiatan menuju IPA Convex ke-50 dapat memperkuat pemahaman publik bahwa sektor hulu migas tetap berperan penting dalam menopang ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan nasional di tengah dinamika global.
Baca Juga: Ini Strategi ESDM Genjot Lifting Minyak Tahun 2026
Selanjutnya: Bangun Kosambi (CBDK) Injeksi Modal Rp 250 Miliar ke Entitas Anak, Ini Tujuannya
Menarik Dibaca: IHSG Diprediksi Konsolidatif, Ini 3 Rekomendasi Saham Uptrend Pekan Ini dari IPOT
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













