kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Industri biofuel diambang kebangkrutan


Selasa, 06 Januari 2015 / 16:38 WIB
Industri biofuel diambang kebangkrutan
ILUSTRASI. Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi akibat kadar gula darah tinggi.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Melemahnya harga komoditas sektor perkebunan membuat minat investasi biofuel tidak menarik. Sementara pengusaha biofuel mulai pesimis menapak tahun 2015. Sebab sebagian pengusaha telah menanggung rugi dengan jatuhnya harga komoditas.

Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobdi) menyebut telah menanggung kerugian selama sebulan ini. Total kerugian yang dicatat mencapai Rp 4 miliar setiap harinya. Penyebabnya harga biofuels yang saat ini lebih mahal dari yang dijual Pertamina.

Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Aprobdi mencontohkan, perusahaannya saja, PT Indo Biofuels Enery telah menghentikan secara sementara produksi biofuels. Kondisi ini pun telah diikuti beberapa perusahaan lain.

Penyebabnya karena harga crude palm oil atau CPO yang tidak bergerak ditambah harga minyak dunia yang jatuh. Walhasil, harga mid oil plats atau mops juga turun.

Kondisi ini kata Paulus, seharusnya segera ditangani dengan adanya harga indeks baru yang tidak mengaitkan harga biodiesel dengan mops.

“Minat untuk berinvestasi pada biofuels juga makin ragu. Padahal pemerintah lagi gencar untuk energi terbarukan. Perusahaan masih menunggu untuk harga lebih baik,” papar Paulus pada Selasa (6/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×