kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Industri farmasi masih dihadapkan kenaikan harga bahan baku


Minggu, 07 Oktober 2018 / 18:50 WIB
ILUSTRASI. Obat - industri farmasi


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menguatnya kurs dollar Amerika Serikta (AS) terhadap rupiah menjadi satu kendala bagi industri farmasi. Sebab produsen obat-obatan tersebut mengandalkan hampir 90% kebutuhan belanja bahan bakunya dengan dolar alias impor.

Ketua Litbang GP Farmasi Indonesia, Vincent Harijanto tak menampik bahwa industri tengah menghadapi lonjakan harga bahan baku. Yang ternyata, kata Vincent, selain disebabkan fluktuasi kurs juga pengaruh industri secara global.

Ia menjelaskan, Industri manufaktur bahan baku di China berhadapan dengan regulasi lingkungan yang baru, sehingga harus memindahkan pabriknya. Hal tersebut jadi faktor harga turut naik karena cost pabrikan di negeri tirai bambu turut meningkat. Bagi industri farmasi tanah air, hal ini menjadi tantangan untuk tetap meraih untung. Menurut Vincent ada beberapa strategi yang bisa pabrikan terapkan.

"Selama masih bisa subsidi silang terhadap penggunaan bahan baku pada produk, tentu harga masih bisa tetap," ujar Vincent kepada Kontan.co.id, Minggu (7/9). Jenis obat yang beragam, mulai dari komposisi bahan bakunya dan jenisnya yang generik atau obat bebas (over the counter/OTC) membuat produsen harus pintar berinovasi.

Lalu, kalau harga produksi masih sulit ditekan tentunya kata Vincent opsi menaikkan harga produk dipandang perlu. Hanya saja, opsi ini tidak bisa langsung diterapkan ke semua jenis obat apalagi yang sudah menjadi program JKN.

"Obat (generik) yang handle sistem lelang LKPP, mereka tentu beli yang ditawarkan dengan harga paling murah," sebut Vincent. Adapun bagi GP Farmasi yang lebih penting selain harga ialah pembayaran tender obat tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×