kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

Industri Farmasi Mulai Perkuat Efisiensi Energi lewat PLTS Atap


Selasa, 01 September 2026 / 20:27 WIB
Industri Farmasi Mulai Perkuat Efisiensi Energi lewat PLTS Atap
ILUSTRASI. Industri Farmasi Mulai Perkuat Efisiensi Energi lewat PLTS Atap (Dok/PT Widatra Bhakti)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Widatra Bhakti, perusahaan farmasi anggota Otsuka Group di Indonesia, memperkuat efisiensi energi di fasilitas produksinya melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 megawatt peak (MWp) di Pasuruan, Jawa Timur.

Penggunaan energi surya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan mengembangkan fasilitas produksi yang lebih rendah karbon sekaligus menjaga efisiensi dan keandalan operasional manufaktur.

PLTS Atap tersebut dikembangkan bersama PT Surya Nippon Nusantara (SNN), perusahaan joint venture antara SUN Energy dan Sojitz Corporation. Sistem ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.990.007 kilowatt hour (kWh) listrik bersih per tahun.

Selain menghasilkan energi terbarukan untuk kebutuhan operasional, pemanfaatan PLTS tersebut diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 2.326 ton CO2 per tahun. Angka tersebut setara dengan penanaman sekitar 38.615 pohon per tahun.

Baca Juga: Investasi PLTS Atap di Indonesia Tembus US$918 Juta, Ini Pemicunya

Factory Director PT Widatra Bhakti, Betty Zubaida mengatakan penggunaan energi terbarukan merupakan bagian dari upaya perusahaan mencapai target net zero pada 2050. Menurutnya, transisi energi dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan keandalan produksi dan kualitas produk.

"Dalam menjalankan bisnisnya, PT Widatra Bhakti memiliki visi terkait lingkungan yaitu 'Net Zero' di tahun 2050; menjalankan misi tidak memberikan dampak lingkungan atas aktivitas bisnisnya dimana salah satunya adalah melalui upaya menurunkan emisi CO2 dengan tidak mengurangi keandalan produksi maupun kualitas produk," ujar Betty dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan perusahaan akan terus meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan dan mengadopsi teknologi yang mendukung keberlanjutan bisnis.

Pemanfaatan PLTS Atap juga memungkinkan perusahaan memanfaatkan area atap fasilitas produksinya untuk menghasilkan energi terbarukan tanpa membutuhkan tambahan lahan. Langkah tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan sektor manufaktur dalam menekan jejak karbon dari kegiatan operasional.

Bagi industri, kebutuhan terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi semakin relevan seiring meningkatnya tuntutan standar lingkungan dalam rantai pasok global. Penggunaan energi terbarukan tidak hanya berkaitan dengan target pengurangan emisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga efisiensi serta daya saing operasi dalam jangka panjang.

Pengoperasian PLTS Atap ini melanjutkan langkah Widatra Bhakti dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Sebelumnya, pada April 2022, perusahaan telah membeli Renewable Energy Certificate (REC) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero).

Dengan kombinasi REC dan pembangkitan listrik energi terbarukan secara langsung di fasilitas produksi, perusahaan berupaya meningkatkan porsi energi bersih dalam kegiatan operasionalnya.

Baca Juga: Integrated Healthcare Indonesia (IHI) Gandeng Sun Energy, Operasikan PLTS 777,98 kWp

Selain aspek energi, Widatra Bhakti juga mendorong praktik keberlanjutan di lingkungan kerja. Perusahaan antara lain mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan dan perlengkapan makan sekali pakai serta mendorong karyawan menerapkan gerakan Bring Your Own Tumbler (BYOT).

Sementara itu, dalam proyek PLTS Atap tersebut, SNN bertindak sebagai pengembang yang bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem.

CEO SNN Oky Gunawan mengatakan model kerja sama tersebut memungkinkan perusahaan manufaktur mengadopsi teknologi energi terbarukan dengan tetap mempertahankan fokus pada kegiatan produksi.

"Kami melihat energi terbarukan akan semakin berperan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, memenuhi target keberlanjutan, dan memperkuat daya saing bisnis dalam jangka panjang," ujar Oky.

Menurutnya, pengembangan PLTS di fasilitas industri menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi energi bersih dapat berjalan seiring dengan kebutuhan menjaga keandalan kegiatan produksi.

Bagi Widatra Bhakti, pengembangan energi surya menjadi salah satu bagian dari transformasi menuju green factory. Strategi tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan efisiensi energi dan pengurangan emisi ke dalam kegiatan manufaktur, tanpa mengesampingkan kebutuhan perusahaan untuk menjaga kapasitas produksi dan kualitas produk.

Pengembangan energi bersih di sektor industri juga sejalan dengan agenda transisi energi nasional. Kolaborasi antara perusahaan manufaktur dan penyedia teknologi energi terbarukan dinilai dapat mempercepat adopsi energi bersih sekaligus mendukung pengembangan industri yang lebih efisien dan berdaya saing.

Baca Juga: Indocement (INTP) Bangun PLTS Terbesar di Industri Semen, Kapasitas Capai 71,9 MW

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×