kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Investasi PLTS Atap di Indonesia Tembus US$918 Juta, Ini Pemicunya


Selasa, 11 Agustus 2026 / 17:35 WIB
Investasi PLTS Atap di Indonesia Tembus US$918 Juta, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Asosiasi Energi Surya Indonesia mencatat pertumbuhan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di dalam negeri mengalami peningkatan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mencatat pertumbuhan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di dalam negeri mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Pertumbuhan positif tersebut didorong oleh pembenahan regulasi yang dilakukan pemerintah sehingga mampu menarik investasi ratusan juta dolar AS ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menilai, fokus pemerintah dalam membenahi berbagai aturan menjadi salah satu faktor yang mendorong bergeraknya proyek energi surya nasional.

Menurutnya, perbaikan regulasi yang lebih aplikatif berhasil membuka sumbatan investasi sekaligus mempercepat realisasi pemanfaatan energi bersih di Tanah Air.

"Kami melihat bahwa pemerintah saat ini memang sudah sangat berfokus untuk memperbaiki regulasi-regulasi yang mungkin di masa lalu kurang bisa diimplementasikan. Sekarang contoh Permen (ESDM) 2 Tahun 2024 tentang kuota atap, kemudian Permen ESDM Nomor 5 Tahun 2025 tentang Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) itu merupakan contoh pemerintah sudah mulai bergerak maju untuk memperbaiki regulasi yang sekarang ada," ujarnya dalam media briefing Indonesia Sustainable Energi Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: INA dan ESR Buru Cuan Logistik, Dua Gudang Raksasa Dibangun di Cikarang

Mada menjelaskan, dampak perbaikan regulasi tersebut tercermin dari peningkatan kapasitas terpasang PLTS Atap sejak Juni 2024 hingga Agustus 2026.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendorong realisasi target transisi energi di Indonesia.

"Dan itu juga bisa dilihat dari pertumbuhan PLTS yang cukup signifikan dalam 2 tahun terakhir ini. Contohnya adalah per hari ini sudah ada 1,5 gigawatt yang sudah terinstall dalam bentuk solar rooftop. Angka yang mana dulu tanpa ada regulasi yang mendukung itu sangat sulit dicapai. Nah dari sini sebetulnya terlihat bahwa regulasi yang baik akan mendorong program terimplementasi," jelasnya.

Investasi PLTS Atap Tembus US$ 918 Juta

Seiring dengan bertambahnya kapasitas terpasang hingga 1,53 Gigawatt (GW), nilai investasi yang mengalir ke sektor PLTS Atap diperkirakan telah mencapai US$ 918 juta.

Baca Juga: Diastika (CHEK) Bidik Bisnis Diagnostik, Ini Prospek Industri Alat Kesehatan

Kalkulasi tersebut didasarkan pada perkiraan biaya investasi rata-rata pengembangan proyek PLTS Atap sebesar US$ 600.000 untuk setiap satu Megawatt (MW).

"Untuk total nilai investasi yang sudah masuk, gampangnya cara menghitungnya 1 MW itu sekitar US$ 600 ribu. Jadi tinggal 1,53 GW x US$ 600 ribu," terangnya.

Dengan demikian, berdasarkan perhitungan tersebut, nilai investasi PLTS Atap yang telah masuk ke Indonesia saat ini diperkirakan mencapai US$ 918 juta.

"Kurang lebih itu nilai yang sudah masuk. Tapi itu juga belum termasuk dengan supporting system lainnya, cuma ini kita lagi menghitung angka kasar yang sudah terlihat untuk yang saat ini berjalan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×