kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Industri Gelas Kaca Masih Tertekan Biaya Energi hingga Akhir 2026


Selasa, 14 Juli 2026 / 18:02 WIB
Industri Gelas Kaca Masih Tertekan Biaya Energi hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. Produk AQUA Reflections kerjasama dengan Starbucks (Dok/AQUA)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek industri gelas kaca diperkirakan masih menghadapi tekanan hingga akhir 2026.

Tingginya harga gas dan energi, pelemahan daya beli masyarakat, serta perlambatan ekonomi global menjadi faktor yang membayangi kinerja industri pada tahun ini.

Ketua Asosiasi Produsen Gelas Indonesia (APGI), Henry Susanto mengatakan, ketidakpastian ekonomi dan lonjakan biaya energi membuat industri gelas kaca belum lepas dari tantangan.

“Prospek industri kaca di tahun 2026 menghadapi ketidakpastian dan tantangan. Harga gas dan bahan bakar yang tinggi serta melemahnya daya beli masyarakat membuat tahun 2026 menjadi tahun yang penuh tantangan,” ujar Henry kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Cari Alternatif Plastik, Kemenperin Siapkan Kertas hingga Kaca untuk Industri Kemasan

Henry menjelaskan, permintaan kemasan kaca, terutama dari industri makanan dan minuman, umumnya bergerak seiring pertumbuhan ekonomi nasional. Apabila ekonomi mampu tumbuh sekitar 5%, industri gelas kaca juga berpotensi mencatatkan pertumbuhan pada kisaran yang sama.

Namun, kondisi tersebut diperkirakan sulit tercapai pada tahun ini. Menurutnya, tingginya harga gas dan energi, ditambah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, membuat industri gelas kaca diproyeksikan hanya stagnan, bahkan cenderung melemah.

Di tengah kondisi tersebut, APGI menyambut positif rencana pemerintah menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk industri dari US$ 21 per MMBTU menjadi US$ 13 per MMBTU. Kendati demikian, pelaku usaha masih menunggu implementasi kebijakan tersebut.

“Kami berterima kasih atas rencana kebijakan pemerintah tersebut. Namun industri masih menunggu realisasinya,” kata Henry.

Meski begitu, permintaan dari pasar domestik mulai menunjukkan sinyal perbaikan. Henry mengatakan, konsumsi dalam negeri pada awal 2026 cenderung meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan.

Menurutnya, kemasan kaca semakin diminati karena bersifat higienis, tidak bereaksi dengan produk yang dikemas, serta dapat didaur ulang hingga 100%.

Di sisi lain, sejumlah produsen minuman mulai kembali menggunakan botol kaca sebagai kemasan produknya.

Baca Juga: Krisis Pasokan Gas Bayangi Kinerja Industri Kaca Nasional

Selain itu, kebijakan beberapa pemerintah daerah yang mewajibkan hotel menggunakan botol kaca untuk air minum dengan volume tertentu juga turut mendukung peningkatan permintaan.

Meski demikian, kenaikan permintaan tersebut belum mampu mendorong peningkatan utilisasi industri secara signifikan.

Henry menyebut, utilisasi pabrik produsen gelas kaca pada 2025 berada di kisaran 73%, sedangkan pada 2026 diperkirakan tetap berada pada level yang sama atau sedikit lebih rendah.

Di sisi biaya, tekanan terhadap produsen masih cukup besar. Henry mengungkapkan, harga gas menjadi beban utama karena menyumbang sekitar 35% dari total biaya produksi kemasan kaca.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut meningkatkan biaya pembelian bahan baku impor. Sementara bahan baku dalam negeri juga mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya biaya bahan bakar untuk kegiatan pertambangan dan transportasi.

“Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi meningkat signifikan sehingga menjadi tantangan utama bagi industri gelas kaca pada tahun ini,” tutup Henry.

Baca Juga: Imlek - Ramadan Dongkrak Produksi dan Permintaan Industri Kemasan Plastik Hingga Kaca

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×