kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Industri keramik masih tak berkutik


Rabu, 27 September 2017 / 08:30 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Industri keramik diproyeksikan masih akan tertekan. Kondisi ini disebabkan lesunya permintaan di tengah biaya produksi yang tinggi lantaran harga gas yang tidak kunjung turun mencapai nilai keekonomian.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga mengatakan, pangsa pasar keramik sangat dipengaruhi oleh tumbuh tidaknya bisnis properti. Kalau melihat pasar seperti ini, beberapa produsen mungkin merasa berat untuk melanjutkan produksi, ujar Elisa kepada KONTAN (26/9).

Menurut dia, pertumbuhan industri properti yang terjadi saat ini dinilai kurang signifikan. Pasalnya, sampai September ini permintaan keramik masih tidak banyak berubah, sehingga belum menggembirakan bagi produsen.

Apalagi industri keramik lokal tergerus oleh produk impor yang trennya terus meningkat setiap tahun. Elisa mengatakan, tahun 2016 setidaknya jumlah keramik impor yang masuk ke Indonesia mencapai 50 juta meter persegi (m²).

Impor keramik sebenarnya dapat diatasi, asal para produsen dapat mengungkapkan utilisasi pabrik mereka. Saat ini jumlah produksi keramik lokal masih belum diketahui. Asaki hanya mencatat, kapasitas terpasang keramik dalam negeri berjumlah 550 juta m² dengan kapasitas terpakai atau utilisasi pabrik rata-rata di kisaran 65%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×