Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membukukan kinerja keuangan yang bervariasi pada semester I-2026. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan, namun laba bersih mengalami sedikit penurunan akibat dampak investasi pada sejumlah proyek baru dan kenaikan biaya operasional.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, ASSA membukukan pendapatan sebesar Rp 3,06 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 8,1% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp 2,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi profitabilitas, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 200,91 miliar. Realisasi tersebut turun 2,1% secara tahunan dibandingkan laba bersih semester I-2025 yang mencapai Rp 205,24 miliar.
Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, menjelaskan bahwa penurunan laba bersih dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk investasi pada proyek-proyek baru yang masih berada dalam tahap awal pengembangan.
Baca Juga: Antisipasi El Nino di 2026, Pemerintah Perkuat Irigasi hingga Asuransi Pertanian
"Karena ada project-project baru di sektor logistik, memberikan tambahan bahan awal untuk konsolidasi. Selain itu, ada penambahan karyawan baru dan perubahan nilai cadangan untuk atuaria," ujarnya kepada Kontan, Selasa (4/8/2026) malam.
Meski laba bersih terkoreksi, Prodjo menegaskan pertumbuhan pendapatan tetap terjaga berkat kontribusi dari tiga lini bisnis utama perusahaan, yakni bisnis rental mobil, logistik, serta ekosistem mobil bekas.
Dari sisi investasi, ASSA telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari Rp 700 miliar sepanjang semester pertama tahun ini. Pada semester II-2026, perusahaan kembali menyiapkan alokasi belanja modal sekitar Rp 800 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis.
"Capex semester kedua diarahkan untuk pembelian mobil baru guna peremajaan mobil sewa dan penambahan unit. Juga pembangunan fasilitas pergudangan dan pool kendaraan," lanjutnya.
Dengan investasi tersebut, ASSA berharap mampu menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan pada level satu digit, sementara laba bersih diharapkan tetap stabil.
Dari sisi prospek industri, ASSA memandang sektor logistik masih menghadapi tantangan pada paruh kedua tahun ini. Salah satu kendala utama yang perlu diantisipasi adalah persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM), terutama untuk armada logistik di luar Pulau Jawa, di tengah meningkatnya biaya operasional.
"Masalah ketersediaan BBM untuk kendaraan logistik terutama di luar Jawa, serta naiknya beban operasional harus disiasati lebih ketat ke depan," tandas Prodjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
