kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.830   0,00   0,00%
  • IDX 6.438   38,22   0,60%
  • KOMPAS100 926   8,20   0,89%
  • LQ45 723   5,45   0,76%
  • ISSI 205   2,17   1,07%
  • IDX30 376   1,61   0,43%
  • IDXHIDIV20 454   0,42   0,09%
  • IDX80 105   1,01   0,98%
  • IDXV30 111   0,45   0,40%
  • IDXQ30 123   0,28   0,22%

Industri keramik sambut baik penurunan harga gas


Kamis, 15 Oktober 2015 / 17:12 WIB
Industri keramik sambut baik penurunan harga gas


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Pelaku industri keramik menyambut baik rencana pemerintah menurunkan harga gas. Gas adalah salah satu bahan baku utama industri keramik, sehingga penurunan harga bisa meringankan beban produksi.

"Itu baik sekali ya, harga gas bisa turun," ujar Edy Sujanto, Direktur PT Arwana Citramulia tbk (ARNA), Kamis (15/10).

Menurutnya, pemakaian gas mengambil kontribusi 35% terhadap biaya total produksi keramik.

Meski demikian pihaknya juga meminta pemerintah memberi kepastian soal berapa besaran penurunan harga gas dan kapan harga tersebut diturunkan. "Iya sayangnya kami tidak tahu juga kapan harga gasnya turun, dan berapa besarannya," ujar Edy.

Ia mengatakan, harga gas idealnya bisa turun US$ 2,5 per mmbtu. "Biar sama dan kompetitif dengan negara tetangga seperti Thailand," ujar Edy.

Ia juga menyambut baik wacana paket kebijakan ekonomi yang memberikan diskon 30% untuk pemakaian listrik pukul 23.00 sampai 08.00 esok harinya.

"Keramik jalan 3 shift dalam 24 jam sehari. Diskon itu cukup memberikan keringanan. Namun sayangnya kenapa masih harus menunggu awal tahun depan? Padahal lebih cepat diterapkan bisa lebih baik," ujar Edy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×