kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS1.007.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

Industri Kereta Api (INKA) bakal garap proyek jalur kereta api di Kongo tahun depan


Jumat, 16 Oktober 2020 / 10:26 WIB
Industri Kereta Api (INKA) bakal garap proyek jalur kereta api di Kongo tahun depan
ILUSTRASI. PT Industri Nasional Kereta Api (INKA) Madiun. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Kereta Api Persero (INKA) bakal menggarap proyek jalur kereta api di Kongo.  Dalam proyek ini, INKA menggandeng BUMN lain yakni PT Barata Indonesia (Persero), PT LEN (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero).

Proyek tersebut sudah melalui tahap kesepakatan pertama dengan investor TSG Group asal Amerika Serikat (AS). Kesepakatan ini terjalin dalam Master Framework Joint Development Agreement (MFJDA) yang sudah terjadi pada Januari 2020 dan dilanjutkan dengan MOU dengan Democratic Republic of the Congo (DRC) pada September 2020 lalu.

"Hasil tindak lanjut MFJDA dan MOU diwujudkan dalam 2 kesepakatan, yaitu antara TSG Group dengan 5 BUMN tersebut berupa Master Implementation Join Development Agreement (MIJDA), dan antara TSG Group dengan pemerintah DRC berupa Build Own Operate Transfer (BOOT) yang ketentuannya sudah terjadi kemarin," jelas Bambang Ramadhiarto, SM PKBL, CSR & Stakeholder Relationship INKA kepada Kontan.co.id, Kamis (15/10).

Baca Juga: Inka Kembali Mencari Peluang Proyek Gerbong Kereta Api di Bangladesh

Bambang menjelaskan, nilai proyek tersebut sebesar US$ 2 miliar yang digunakan untuk pengadaan kereta Metro Kinshasa, rack Kinshasa Loop-line, Electric bus, Electric bus charging depot, dan Riverport loading - unloading.

Dengan skema pengoperasian berdasarkan BOOM atau Build Own Operate Transfer, TSG Indonesia dan investor dari AS tersebut berperan sebagai pemilik proyek. Sedangkan eksekutor atau pembangun proyek dilakukan oleh INKA.

"Nantinya, kereta ini dioperasikan oleh JV Company antara operator DRC dan anak perusahaan INKA. Nah, nantinya setelah masa konsesi 30 tahun berakhir akan diserahkan ke Pemerintah Kinshasa atau ditransfer," ujarnya.

Menurut Bambang, pembangunan fase I proyek ini memakan target 4 tahun yang dimulai 2021 sampai 2025. Adapun fase I sendiri akan menyelesaikan jalur kereta api Kinsasha Urban Loop Line di daerah perkotaan dan dilanjutkan ke jalur Kinsasha menuju Matadi Port dan Banana Port.

Adapun panjang jalur kereta untuk fase pertama ini sekitar 580 kilometer dengan target Kinsasha Urban Loop Line dan jalur kereta menuju Matadi Port dan Banana Port.

"Setelah fase I nanti kita lanjutkan ke fase berikutnya hingga total jalurnya 4100 kilometer terbangun mencakup wilayah utara dan selatan Republik Kongo," ujar Bambang.

Ekspansi ke Kongo ini akan menambah supply record PT INKA (Persero) ke pasar luar negeri setelah 250 kereta Bangladesh dikirim awal Oktober 2020.

Proyek lain yang sedang dikerjakan PT INKA (Persero) yakni 3 Lokomotif dan 15 Kereta Commuter ke Filipina senilai Rp363 miliar dan 31 Trainset LRT untuk PT KAI (Persero) senilai Rp 3,9 triliun.

 

Selanjutnya: Di tengah pandemi, pesanan kereta api INKA dari luar negeri terus melaju

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×