kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Industri Kreatif Tumpuan Ekspor 2009


Selasa, 23 Desember 2008 / 08:30 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa |

JAKARTA. Pemerintah yakin pengembangan industri kreatif akan mampu menopang penurunan ekspor non migas pada 2009. Pada 2009, pemerintah mentargetkan akan ada pertumbuhan di industri kreatif mencapai 140%, naik dua kali dari pertumbuhan di tahun ini sebesar 68%.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi mengatakan bahwa penurunan ekspor pada 2009 akan tertutup dengan peningkatan ekspor lain. "Pada 2008 ada pertumbuhan ekspor 68%, sedangkan tahun depan bisa double dari itu. Itu bisa mengkompensasi ekspor tradisional dan konvensional," kata Edy Putra di Jakarta, Minggu (21/12).

Ia menambahkan pemerintah akan menjaga kinerja ekspor untuk komoditas yang benar-benar sustainable dan tidak naik turun seperti pada sejumlah komoditas pertanian seperti CPO dan karet. Termasuk juga ekspor bahan makanan dan komoditas primer yang diperkirakan juga akan mengalami penurunan volume dan harga ekspor.

Menurutnya, potensi industri kreatif sangat besar terutama di jasa, software, fashion dan pengolahan limbah. "Sekarang banyak sekali industri kreatif, seperti akar wangi, serat rami, dan mendong menjadi kertas fancy. Itu kan booming banget," katanya. Bahkan menurut Edy,
biodiesel juga bisa dimasukan ke dalam industri kreatif karena timbul dari pengetahuan (knowledge) dan seni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×