kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Industri pulp dan kertas berpotensi menguat


Senin, 14 Agustus 2017 / 14:24 WIB


Reporter: | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Kinerja industri bubur kertas (pulp) dan kertas di dalam negeri berpeluang tumbuh, karena permintaan di pasar global meningkat. Peningkatan permintaan dipengaruhi kenaikan biaya konversi dari bubur kertas menjadi kertas.

"Situasi ini menguntungkan Indonesia yang memiliki sejumlah industri bubur kertas dan kertas yang terintegrasi," ujar Rusli Tan, Pengamat Industri Bubur Kertas dan Kertas dalam siaran pers, Senin (14/8). Integrasi industri bubur kertas dan kertas membuat biaya lebih murah.

Sementara, di luar Indonesia, masih banyak industri yang terpisah. Konversi bubur kertas menjadi kertas memakan biaya mencapai US$ 250 per ton.

Namun, menurut Rusli, pengelolaan industri yang terintegrasi memerlukan perhatian khusus dari pemerintah untuk berkembang. Pasalnya, pengelolaan dari Hutan Tanaman Industri (HTI) hingga menjadi kertas bukan hal mudah. Bahkan, ia mencontohkan, perusahaan yang dikelola oleh pemerintah tak dapat bertahan.

Selain itu, pengelola industri bubur kertas dan kertas dituntut untuk mencegah kebakaran lahan. Menurut Rusli, industri di Indonesia telah melakukan penjagaan HTI dengan lebih baik. Investor telah berkontribusi untuk mencegah kebakaran lahan.

"Terbukti areal pengelolaan HTI bebas dari kejadian kebakaran besar pada tahun 2016 hingga saat ini," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×