kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.027   -112,00   -0,65%
  • IDX 7.207   236,13   3,39%
  • KOMPAS100 996   38,18   3,99%
  • LQ45 727   25,46   3,63%
  • ISSI 257   7,51   3,01%
  • IDX30 396   13,68   3,58%
  • IDXHIDIV20 484   12,04   2,55%
  • IDX80 112   4,06   3,76%
  • IDXV30 133   2,45   1,88%
  • IDXQ30 128   3,80   3,06%

Industri ritel tertekan akibat pandemi virus corona (Covid-19)


Jumat, 09 Oktober 2020 / 10:34 WIB
ILUSTRASI. Konsumen belanja di salah satu supermarket. KONTAN/Baihaki


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

Menurutnya, pemulihan pada sektor bisnis ritel akan sangat bergantung pada realisasi produksi dan distribusi vaksin corona (covid-19). Hal tersebut dinilai akan mendorong tingkat kepercayaan konsumen untuk kembali meningkatkan konsumsi di industri ritel.

Senada, CEO PT Mega Perintis Tbk,  FX Afat Adinata menuturkan, seperti indsutri terdampak lainnya, industri ritel tengah mengalami tekanan akibat pandemi corona (covid-19). Dampaknya tidak tanggung-tanggung, permintaan pasar bahkan bisa turun hingga 50% dibanding angka permintaan normal.

Baca Juga: Ini masalah yang dihadapi industri ritel di tengah pandemi Covid-19

Penyebabnya ada dua, yakni daya beli masyarakat yang melemah serta kegiatan operasional pusat perbelanjaan yang dibatasi di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi ini dialami di saat komponen biaya-biaya yang ditanggung oleh pelaku usaha ritel tidak bisa diturunkan secara signifikan.

“Jadi industri retail berupaya bertahan dalam situasi sekarang dengan melakukan banyak langkah agar bisa tetap beroperasi untuk kelangsungan bisnis sambil menunggu vaksin siap didistribusikan,” kata Afat kepada kepada Kontan.co.id, Kamis (8/10).

Selanjutnya: Aprindo beberkan masalah yang dihadapi industri ritel di tengah pandemi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×