kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Industri Taman Rekreasi Berpeluang Tumbuh, Pelaku Usaha Bidik Pasar Domestik


Rabu, 05 Agustus 2026 / 20:30 WIB
Industri Taman Rekreasi Berpeluang Tumbuh, Pelaku Usaha Bidik Pasar Domestik
ILUSTRASI. Water park (KONTAN/Muradi)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai industri taman rekreasi, theme park, dan water park masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya perjalanan wisata domestik dan perubahan tren wisata yang semakin mengutamakan pengalaman.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, taman rekreasi kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap destinasi wisata, tetapi telah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih tujuan perjalanan.

"Industri taman rekreasi kini bukan lagi sekadar pelengkap destinasi wisata. Kehadirannya menjadi faktor utama yang mendorong wisatawan memilih tujuan perjalanan, memperpanjang lama tinggal, sekaligus meningkatkan belanja wisatawan," ujarnya saat membuka The 6th Fun Asia Expo Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Rabu (5/8).

Baca Juga: Pemadaman Masih Melanda Kalimantan, Keandalan Sistem Kelistrikan Kembali Jadi Sorotan

Menurut Ni Luh, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan industri rekreasi keluarga, didukung budaya kekeluargaan, bonus demografi, kekayaan budaya, hingga tingginya aktivitas wisata domestik.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta, meningkat 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, perjalanan wisata nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan atau naik 2,71% secara tahunan.

"Angka ini menunjukkan permintaan terhadap sektor pariwisata terus meningkat dan membuka peluang besar bagi pengembangan destinasi wisata keluarga yang inovatif dan berkualitas," katanya.

Di tengah dinamika geopolitik global, Ni Luh menyebut Indonesia juga mampu menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan asing melalui penguatan pasar Asia dan Oseania. Saat ini, lebih dari 60% wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia berasal dari kedua kawasan tersebut.

Menurutnya, pengembangan industri rekreasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, asosiasi, hingga masyarakat.

"Fun Asia Expo 2026 bukan hanya sebuah pameran, tetapi menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun kemitraan, membuka peluang investasi, serta menghadirkan inovasi yang akan memperkuat ekosistem industri rekreasi Indonesia," ujarnya.

Prospek industri yang dinilai masih besar tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggaraan The 6th Fun Asia Expo Indonesia 2026, pameran bisnis sektor rekreasi dan hiburan yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran.

Pameran yang mengusung tema "Southeast Asia's Largest Attraction, Theme Park & Water Park" itu menghadirkan lebih dari 150 perusahaan dari 12 negara, antara lain Indonesia, China, Kanada, Italia, Malaysia, Singapura, Meksiko, Australia, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab.

Direktur Utama PT Funworld Prima Rahmat Setiyono mengatakan penyelenggaraan Fun Asia Expo telah dimulai sejak 1997 dengan tujuan memperluas skala industri rekreasi nasional.

"Awal mulanya Fun Asia Expo ini diselenggarakan pada tahun 1997. Tujuan utamanya sebetulnya adalah untuk memperluas industri rekreasi. Saat itu industrinya masih kecil. Kami tidak ingin hanya berebut pasar yang kecil, tetapi bagaimana memperbesar industrinya agar semua pelaku usaha memiliki peluang yang lebih besar," ujarnya.

Rahmat menjelaskan penyelenggaraan pameran sempat terhenti akibat krisis ekonomi 1998 dan pandemi Covid-19. Kini, kegiatan tersebut kembali digelar secara rutin setiap dua tahun.

Ia menilai prospek industri rekreasi di Indonesia masih terbuka lebar karena didukung tingginya permintaan dari wisatawan domestik.

"Masyarakat Indonesia sekarang menjadikan pariwisata sebagai salah satu kebutuhan. Jadi bukan hanya wisatawan mancanegara yang menjadi harapan, tetapi justru pasar terbesar berasal dari wisatawan nusantara," katanya.

Rahmat berharap industri penunjang taman rekreasi di dalam negeri juga dapat berkembang sehingga kebutuhan peralatan dan wahana tidak lagi bergantung pada produk impor.

"Harapan kami tentu industri ini semakin berkembang. Kami juga berharap semakin banyak pengusaha Indonesia yang mau memproduksi sendiri berbagai kebutuhan industri rekreasi, sehingga kita tidak perlu terus mengimpor," tutupnya.

Selain menampilkan lebih dari seribu produk dan teknologi terbaru, Fun Asia Expo 2026 juga menghadirkan seminar, forum industri, business matching, serta paviliun internasional yang mempertemukan operator taman rekreasi, investor, pemerintah daerah, dan pemasok dari berbagai negara. Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat mendorong investasi sekaligus memperkuat ekosistem industri rekreasi nasional.

Baca Juga: PMI Menguat, Peluang Manufaktur Kembali Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbuka

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×