Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus memperluas diversifikasi bisnis melalui Erajaya Food & Nourishment (EFN).
Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah sumber pendapatan, tetapi juga memperkuat kedekatan dengan konsumen melalui bisnis food, grocery, dan lifestyle.
CEO Erajaya Food & Nourishment Jeremy Sim mengatakan, ekspansi ke sektor food & nourishment merupakan bagian dari strategi Erajaya Group untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen.
Baca Juga: Smelter Terdampak El Nino, Produsen Ungkap Produksi Nikel Terancam Terpangkas
Menurut dia, bisnis food, grocery, dan lifestyle memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk berinteraksi lebih intensif dengan konsumen sekaligus memahami kebutuhan dan perilaku mereka.
“Diversifikasi ke bisnis food & nourishment merupakan bagian dari strategi Erajaya Group untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen,” ujar Jeremy dalam keterangannya Senin (28/9/2026).
Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi consumer-centric Erajaya, di mana pengembangan bisnis tidak hanya berfokus pada produk yang ditawarkan, tetapi juga pemahaman terhadap kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen.
Jeremy menilai bisnis food and beverage (F&B) memiliki peluang yang lebih luas karena tidak hanya berkaitan dengan produk makanan dan minuman, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan komunitas.
Baca Juga: Brent Tembus US$ 107, Pengamat: Harga Keekonomian Pertamax Capai Rp 18.650 per Liter
Karena itu, EFN berupaya membangun konsep bisnis dengan value proposition yang relevan sehingga mampu menarik konsumen sekaligus mendorong kunjungan berulang.
Menurut Jeremy, keseimbangan antara akuisisi konsumen dan retensi menjadi salah satu faktor penting untuk membangun bisnis F&B secara berkelanjutan.
Di lini grocery, EFN juga terus memperkuat bisnis GrandLucky. Jeremy mengatakan, GrandLucky mengedepankan value bagi konsumen melalui kombinasi variasi produk, kualitas, kelengkapan, dan pengalaman berbelanja.
Persepsi harga menjadi salah satu aspek yang terus diperhatikan. Di tengah kebutuhan konsumen yang beragam, GrandLucky berupaya menjaga keseimbangan antara kelengkapan produk dan harga yang kompetitif, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.
Pendekatan tersebut dilakukan antara lain melalui evaluasi harga secara berkala terhadap sejumlah produk kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, konsumen diharapkan tetap memperoleh pilihan produk yang beragam dengan value yang kompetitif.
Baca Juga: Intip Proyeksi Harga Pertamax Series di Oktober 2026, Brent Tembus ke US$ 100
Selain memperkuat sisi hilir, EFN juga mulai mengeksplorasi penguatan rantai pasok dari petani hingga konsumen.
GrandLucky menjalankan pendekatan direct sourcing melalui merek Brastagi di Medan dengan membangun hubungan yang lebih dekat dengan petani.
Jeremy mengatakan, hubungan langsung dengan sumber produk dapat membantu menciptakan rantai pasok yang lebih efisien sekaligus memberikan manfaat bagi konsumen maupun pemasok.
Penguatan value chain tersebut juga mencakup peluang mendukung petani melalui akses terhadap teknologi, infrastruktur, input pertanian, serta informasi mengenai kebutuhan pasar.
Pemahaman terhadap perilaku konsumen dan permintaan produk dinilai dapat membantu pelaku di sisi hulu menentukan komoditas yang sesuai dengan kebutuhan pasar sekaligus mengantisipasi risiko kelebihan pasokan.
Ke depan, GrandLucky juga mengeksplorasi praktik pertanian yang lebih modern, termasuk greenhouse dan hydroponic farming.
Baca Juga: Pemerintah Mendorong Industri Telekomunikasi dan Digital Memperluas Konektivitas
Langkah ini berpotensi meningkatkan ketahanan produksi terhadap kondisi cuaca sekaligus membuat rantai pasok lebih efisien.
Pendekatan tersebut juga membuka peluang untuk membangun skema offtake sehingga petani memiliki akses pasar yang lebih jelas bagi produk yang dihasilkan.
Di sisi lain, Erajaya melihat diversifikasi bisnis bukan semata-mata sebagai upaya mengejar pertumbuhan pendapatan.
Diversifikasi juga diarahkan untuk membangun portofolio bisnis dengan karakteristik yang berbeda sehingga dapat meningkatkan ketahanan bisnis dalam jangka panjang.
Setiap lini bisnis memiliki karakteristik berbeda dari sisi siklus, margin, frekuensi transaksi, hingga sensitivitas terhadap perubahan pasar. Karena itu, pengelolaan portofolio menjadi penting untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih seimbang.
Melalui EFN, Erajaya ingin membangun bisnis yang tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat profitabilitas, stabilitas, dan penciptaan nilai dalam jangka panjang.
“Ke depan, EFN akan terus mengembangkan portofolio bisnis dengan mempertimbangkan relevansi terhadap konsumen, potensi skala, kekuatan value chain, serta kemampuan bisnis untuk menciptakan value dalam jangka panjang,” kata Jeremy.
Baca Juga: Hyundai Motors Indonesia Tambah Dealer Baru, Bidik Pasar Karawang
Menurut dia, pengembangan EFN tidak hanya diarahkan pada penambahan bisnis atau merek. Perusahaan juga akan memperkuat fundamental setiap bisnis agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem Erajaya yang lebih kuat.
EFN juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri F&B. Jeremy menyebut industri tersebut memiliki rantai bisnis yang kompleks, mulai dari pengembangan produk, produksi, pengendalian kualitas, distribusi, hingga pengelolaan produk kedaluwarsa.
Karena itu, EFN terus membuka ruang diskusi dan pertukaran pengetahuan dengan pelaku bisnis serta entrepreneur di industri F&B untuk memperluas pemahaman terhadap dinamika pasar dan menjajaki peluang kolaborasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














