kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Harga Minyak Global di Atas US$ 100, Pertamina Beri Tekanan ke BBM Non Subsidi


Senin, 28 September 2026 / 17:26 WIB
Harga Minyak Global di Atas US$ 100, Pertamina Beri Tekanan ke BBM Non Subsidi
ILUSTRASI. BBM subsidi (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga merespons lonjakan harga minyak mentah dunia jenis Brent yang kini menembus level di atas US$ 100 per barel. 

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak jenis brent tembus di level US$ 107 per barel pada Senin 28 September 2026, nilai ini naik sekitar 18% dibandingkan dengan bulan Agustus lalu.

Sementara minyak mentah berada di level US$ 94 per barel naik sekitar 9,77% dari bulan sebelumnya.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menjelaskan,  pergerakan harga minyak global belakangan ini memberi dampak pada operasional. 

Baca Juga: Harga Minyak Masih di Atas US$ 100 per Barel, BBM Non Subsidi Berpotensi Naik 5%-10%

"Fluktuasi harga minyak dan produk BBM di pasar internasional yang saat ini berada di atas asumsi APBN tentunya memberikan tekanan terhadap biaya pengadaan BBM non subsidi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (28/9/2026).

Meski demikian, Kitty menegaskan, lonjakan harga minyak dunia tidak serta-merta diikuti perubahan harga BBM, karena penetapan harga mempertimbangkan keseluruhan parameter.

"Pertamina Patra Niaga secara berkala mengevaluasi harga BBM non subsidi dengan mengacu pada formula dan ketentuan yang berlaku. Evaluasi dilakukan setiap bulan dengan mempertimbangkan tren harga minyak dan produk BBM internasional, MOPS, nilai tukar, serta parameter lainnya," tegasnya. 

Kitty mengungkapkan, dalam menjalankan skema evaluasi tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas terkait. Dia bilang, apabila terdapat penyesuaian, hal itu akan disampaikan resmi kepada masyarakat.

Terkait pertimbangan margin dan daya beli, Pertamina Patra Niaga memastikan penetapan harga BBM non-subsidi memperhitungkan banyak faktor pendukung. 

Baca Juga: Tahan Harga Pertamax Redam Dampak Lonjakan BBM Non Subsidi? Ini Kata DPR Hingga YLKI

Kitty menyebutkan bahwa dalam menetapkan harga BBM non-subsidi, pihak perusahaan tentu mempertimbangkan berbagai aspek penting, termasuk kondisi pasar, keekonomian produk, keberlanjutan bisnis, dan kondisi daya beli masyarakat.

"Jadi strategi kami bukan semata-mata meneruskan seluruh kenaikan biaya kepada konsumen. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk mencari titik keseimbangan antara menjaga keberlanjutan penyediaan BBM, mengikuti ketentuan formula yang berlaku, dan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk BBM jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar, Kitty memastikan harganya akan tetap stabil. Mengacu pada kebijakan serta arahan Pemerintah melalui Menteri ESDM, dipastikan tidak ada perubahan harga BBM subsidi, baik Pertalite maupun Solar, hingga akhir tahun 2026 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×