kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Industri tekstil sambut diskon TDL malam hari


Senin, 12 Oktober 2015 / 20:13 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dalam paket kebijakan jilid III, pemerintah memberi insentif tarif dasar listrik (TDL) bagi perusahaan. Mereka bisa mendapat diskon 30% tarif untuk operasi pukul 23.00 - 8 pagi. 

Dengan aturan itu, pemerintah ingin mendorong produksi dititikberatkan pada malam hari, sekaligus membagi beban listrik. 

Menurut Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Perstekstilan Indonesia, diskon ini menimbulkan optimisme baru di kalangan industri. "Kami berkeyakinan dapat bersaing secara fair dgn kompetitor dan menghentikan proses merumahkan atau tidak ada lagi rencana PHK," tuturnya kepada KONTAN, Senin (12/10).

Ia pun mengatakan bahwa saat ini  tinggal menunggu Paket Kebijakan 4 yang diharapkan dapat lebih menentramkan baik dari kondisi pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Ketika dikonfirmasi kepada Tirta Heru, Direktur Ricky Putra menanggapi bahwa kebijakan ekonomi ini bagus. Namun, untuk perusahaannya sendiri hanya sedikit yang beroperasi dengan tiga shift. "Pabrik garmen masih dua shift, paling knitting tiga shift,  jadi tidak akan terlalu berpengaruh," kata Tirta kepada Kontan, Senin (12/10).

Ia menambahkan bahwa sampai saat ini pun belum ada rencana untuk menambahkan shift karena juga belum ada penambahan order. "Kami operasi kan juga tergantung  order," kata Tirta.

Sementara itu Corporate Secretary PT Asia Pacific Fibers (POLY) Tunaryo menanggapi ia masih mempertanyakan kemungkinan penghapusan beban puncak. "Pada malam hari kan kami kena puncak juga, jadi kami masih mempertanyakan detailnya," kata Tunaryo.

Menurutnya, dampai kenaikan TDL tahun lalu sangat signifikan karena tidak diiringi dengan kenaikan harga produk sehingga menjadi beban perusahaan. "Kalau kebijakan itu diterapkan tahun ini akan bagus tetapi terlambat," tutur Tunaryo. Ia menyatakan dampak diskon 30% TDL ini akan biasa-biasa saja kepada industri tekstil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×