kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Industri yang Berpotensi Memaksimalkan Penggunaan AI


Selasa, 05 Maret 2024 / 07:54 WIB
Ini Industri yang Berpotensi Memaksimalkan Penggunaan AI
ILUSTRASI. Glints membagikan industri yang berpotensi menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence atawa AI


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Francisca bertha

KONTAN.CO.ID - Berikut ini industri yang berpotensi memaksimalkan penggunaan kecerdasan buatan alias artificial intelligence atawa AI menurut Glints.

AI di Indonesia memang masih berada di tahap awal. Tapi, perusahaan terus mengakui bahwa potensi AI ini bisa meningktakan layanan dan operasi mereka.

Hal ini terlihat dari seluruh industri yang sudah mulai mengadaptasi AI dalam menjalankan bisnisnya. 

Steve Sutanto, Co-Founder & Group GM of Glints mengatakan, lanskap kecerdasan buatan di Indonesia, jelas terlihat sedang berada di awal perjalanan yang menarik.

Meskipun integrasi AI di seluruh industri mungkin masih dalam tahap awal, ada momentum yang nyata untuk membangun bisnis yang mendukung kecerdasan buatan.

"Pergeseran ini, meskipun belum mendasar, terus mendapatkan tempat karena perusahaan di berbagai sektor mengakui potensi AI untuk meningkatkan layanan dan operasi mereka," kata Steve menjawab pertanyaan KONTAN secara tertulis. 

Baca Juga: India Wajibkan Perusahaan Teknologi Mendapat Persetujuan Sebelum Merilis AI

Misalnya saja, di sektor keuangan, perusahaan perbankan dan fintech tradisional baru saja mulai mengeksplorasi AI. Glints melihat, penggunaan inovatif seperti sistem deteksi penipuan yang dibantu oleh AI.

Menurut Setve, sistem-sistem ini mampu menganalisis pola transaksi untuk mengidentifikasi anomali yang mengindikasikan aktivitas penipuan, yang merupakan langkah maju yang signifikan dalam mengamankan transaksi keuangan.

Kemudian, dari industri ritel dan e-commerce, juga mulai memanfaatkan AI untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang dipersonalisasi.

"Melalui AI, brand dapat menganalisis preferensi pelanggan dan kebiasaan individu ketika browsing, sehingga brand bisa memberikan rekomendasi produk yang disesuaikan," ujarnya.

"Hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah langkah yang secara bertahap membentuk kembali pengalaman berbelanja konsumen," imbuh dia.

Industri lainnya adalah layanan kesehatan di Indonesia yang menawarkan contoh yang sangat tajam tentang kehadiran AI yang baru saja lahir namun memiliki dampak yang besar.

Baca Juga: Data Center Seluas 15 Hektare Diperkirakan Masuk ke Kawasan Jababeka (KIJA)

Alat diagnostik berbasis AI dan sistem manajemen pasien mulai bermunculan, menawarkan diagnosis yang lebih akurat dan perawatan pasien yang lebih efisien.

Meskipun adopsi secara luas masih dalam proses, aplikasi-aplikasi awal ini menggarisbawahi potensi AI untuk mentransformasi layanan kesehatan.

Tak ketinggalan di bidang pertanian, sektor yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Steve bilang, aplikasi AI berada pada tahap awal untuk membantu petani meningkatkan hasil panen dan mengelola sumber daya secara lebih efisien.

"Melalui citra satelit dan analitik yang didukung AI, petani dapat memperoleh wawasan tentang kesehatan tanaman, kondisi tanah, dan penggunaan air, yang menandai pergeseran ke arah praktik pertanian yang lebih berbasis data," ungkap Steve. 

Begitu pula sektor manufaktur juga mulai menggunakan AI, dengan pemeliharaan prediktif dan kontrol kualitas.

Menurut Steve, meskipun implementasi skala penuh masih akan segera dilakukan, langkah awal dalam menggunakan AI untuk memprediksi kegagalan peralatan dan memastikan kualitas produk mengisyaratkan adanya peningkatan efisiensi yang signifikan di masa depan.

Baca Juga: Apple Pilih Membatalkan Proyek Kendaraan Listrik

Kemudian, transportasi dan logistik juga mulai melihat manfaat AI untuk pengoptimalan rute dan manajemen transportasi. Steve mengamati,  perjalanan menuju jaringan logistik yang sepenuhnya menggunakan AI baru saja dimulai.

Dia pun menyimpulkan, di seluruh sektor ini, trennya jelas terlihat bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin menjadi perusahaan yang memanfaatkan kecanggihan AI, mengintegrasikan alat dan teknologi AI di berbagai tingkatan.

Meskipun pergeseran menuju integrasi AI ini mungkin masih baru, arahnya jelas ke depan.

"Permintaan akan talenta AI, mulai dari engineer dan researcher hingga prompter dan tester, mencerminkan kecenderungan yang terus berkembang ini," sebutnya.

"Para profesional ini berada di garis depan, membantu menavigasi tantangan dan peluang awal adopsi AI, dan menyiapkan panggung untuk transformasi yang lebih mendalam di masa depan," tambah Steve.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×