kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Data Center Seluas 15 Hektare Diperkirakan Masuk ke Kawasan Jababeka (KIJA)


Jumat, 01 Maret 2024 / 13:25 WIB
Data Center Seluas 15 Hektare Diperkirakan Masuk ke Kawasan Jababeka (KIJA)
ILUSTRASI. kawasan industri Jababeka


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Colliers Indonesia melihat saat ini kawasan industri  telah memasuki era Industri 4.0 dengan adanya penerapan sistem cerdas serta integrasi konsep ramah lingkungan dalam pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di dalam zona industri.

Hal ini melibatkan penerapan Teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) dalam aktivitas logistik dengan tujuan meningkatkan efisiensi.

Ferry Salanto, Head of Research Colliers melihat di tahun 2024, sektor pusat data tampaknya akan terus mendominasi permintaan lahan. Perkembangan dalam teknologi informasi, transformasi digital, penetrasi internet dengan pertumbuhan perangkat pintar, serta minat yang meningkat dan antusiasme terhadap penggunaan big data dan artificial intelligence, menjadi faktor yang mendorong permintaan tinggi dari sektor ini. 

Menanggapi itu, Corporate Secretary PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Muljadi Suganda mengatakan Jababeka memiliki keunggulan sebagai tujuan investasi data center terutama dalam hal infrastruktur yang mendukung untuk kebutuhan operasional data center. 

Baca Juga: KIJA Targetkan Marketing Sales Rp 2,5 Triliun di Tahun 2024

"Saat ini sudah ada dua data yang sudah beroperasi dengan luas 2,5 hektare (ha) sedangkan prospek data center yang masih ditindaklanjuti kebutuhannya lebih dari 15 hektare," ujar Muljadi saat dihubungi KONTAN, Jumat (1/3). 

Saat ini, konsumen dari seluruh lahan industri KIJA masih dikuasai oleh investor domestik terutama di Cikarang. Muljadi bilang, domestik menyumbang sekitar 52% lahan industri yang berasal dari industri fashion, elektronik, automotive, F&B, packaging, furniture, logistik, health care hingga keramik. 

Sedangkan sisanya 48% berasal dari investor asing. Di Kendal, investor asing berasal dari beberapa negara seperti Hong Kong, China, Taiwan, Jerman, Malaysia, India, dan Korea Selatan

Sementata itu, per September 2023, total land bank KIJA sebesar 5.142 Ha yang tersebar dibeberapa tempat seperti di Kota Jababeka sebesar 1.278 Ha, Kendal 485 Ha, Tanjung Lesung 1.489 Ha dan Morotai sebesar 1.890 Ha. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×