kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Ini Kata Kementerian ESDM Usai BBM di Sejumlah SPBU BP dan Shell Kosong


Minggu, 02 Februari 2025 / 08:31 WIB
Ini Kata Kementerian ESDM Usai BBM di Sejumlah SPBU BP dan Shell Kosong
ILUSTRASI. Sejumlah SPBU swasta seperti Shell dan BP sempat mengalami kekosongan BBM sejak akhir Januari 2025


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik perusahaan swasta seperti Shell dan BP mengalami kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) sejak akhir Januari 2025.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mengaku telah menerima laporan mengenai hal tersebut dan akan melakukan koordinasi lebih lanjut.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, SPBU swasta yang mengalami kekosongan pasokan BBM pada dasarnya melakukan impor sendiri terhadap bahan bakar yang mereka jual.

“ESDM sudah memberikan persetujuan impor untuk BP, Shell, dan lainnya. Namun, untuk kendala dalam proses pendistribusian BBM ini, saya akan cek dulu bagaimana kendalanya. Saya akan koordinasi-kan dengan Kepala BPH Migas,” kata Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (31/1).

Sementara itu, Shell Indonesia juga mengakui adanya kendala dalam pengadaan dan penyaluran produk BBM.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengungkapkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan ketersediaan BBM di SPBU Shell dapat segera kembali normal.

“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa saat ini terdapat kendala dalam pengadaan dan penyaluran produk bahan bakar minyak (BBM). Kami senantiasa berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan ketersediaan produk BBM di SPBU Shell secepatnya,” kata Ingrid kepada Kontan, Jumat (31/1).

Meskipun mengalami kendala distribusi BBM, Ingrid memastikan SPBU Shell tetap beroperasi untuk melayani pelanggan dengan layanan lain yang tersedia, termasuk Shell Select dan bengkel. Pihaknya juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat permasalahan ini.

Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut dengan BPH Migas guna memastikan penyelesaian kendala distribusi yang dialami SPBU swasta tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×