kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ini Kata Pertamina Patra Niaga Soal Wacana Kenaikan BBM Non Subsidi


Minggu, 25 Februari 2024 / 16:32 WIB
Ini Kata Pertamina Patra Niaga Soal Wacana Kenaikan BBM Non Subsidi
ILUSTRASI. Pengisian stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Kebun Jeruk, Jakarta, Minggu (11/2). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/11/02/2024.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID- JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga buka suara terkait wacana kenaikan harga BBM non subsidi pada Maret 2024.   

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, saat ini pihaknya masih mempertimbangkan MOPS (Mean of Plats Singapore) dengan fluktuasi harga minyak mentah, dan kurs.

“Masih kami review,” ujar Irto kepada Kontan, Minggu (25/2).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan bahwa pemerintah tengah mencermati harga BBM. Hal ini mengingat harga minyak mentah yang terdorong dengan adanya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM hingga Pangan Pada Maret akan Gerus Masyarakat Miskin

Eskalasi konflik tersebut dinilai mengganggu distribusi dan berpotensi berdampak pada harga BBM non subsidi yang naik.

Seperti diketahui, saat ini harga Pertamax adalah Rp 12.950 per liter dan harga Pertamax Green 95 adalah Rp 13.900 per liter.

Kemudian, harga Dexlite Rp 14.550 per liter, Pertamax Turbo Rp 14.400 per liter, dan Pertamina Dex Rp 15.100.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×